Beranda Infotaiment Inflasi Bojonegoro Tak Bergerak, Sektor Ini Justru Melonjak 9,23 Persen

Inflasi Bojonegoro Tak Bergerak, Sektor Ini Justru Melonjak 9,23 Persen

BOJONEGORO – Laju inflasi di Kabupaten Bojonegoro pada Mei 2026 masih berada dalam kondisi relatif terkendali.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan atau year on year (yoy) tercatat sebesar 2,09 persen, sama seperti capaian pada April 2026.

Meski tidak mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya, angka tersebut menunjukkan bahwa harga barang dan jasa di Bojonegoro masih mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, laju kenaikan tersebut masih berada dalam rentang yang cukup stabil.

Secara historis, inflasi tahunan tertinggi di Kabupaten Bojonegoro dalam beberapa waktu terakhir terjadi pada Februari 2026 yang mencapai 3,76 persen.

Sementara inflasi terendah tercatat pada Februari 2025 dengan angka hanya 0,53 persen.

Dari 11 kelompok pengeluaran yang dipantau BPS, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan mencapai 9,23 persen secara tahunan.

Lonjakan ini jauh di atas rata-rata inflasi umum Kabupaten Bojonegoro.

Kenaikan pada kelompok tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga berbagai komponen perawatan pribadi.

Subkelompok perawatan pribadi lainnya bahkan mencatat kenaikan sangat tinggi hingga 26,55 persen.

Selain itu, perawatan pribadi menyumbang inflasi sebesar 1,70 persen dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen.

Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru menjadi penahan laju inflasi.

Kelompok ini mengalami inflasi negatif atau deflasi sebesar 0,11 persen secara tahunan.

Penurunan terutama dipengaruhi oleh turunnya harga peralatan informasi dan komunikasi yang tercatat minus 0,75 persen.

Sementara layanan informasi dan komunikasi tidak mengalami perubahan harga atau berada di angka 0 persen.

Adapun jasa keuangan masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,56 persen.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Bojonegoro pada Mei 2026 lebih banyak berasal dari sektor kebutuhan perawatan pribadi, sementara perkembangan teknologi informasi dan komunikasi justru membantu menjaga stabilitas harga secara keseluruhan.

Dengan inflasi yang tetap berada di level 2,09 persen, kondisi ekonomi daerah dinilai masih cukup terjaga.

Namun demikian, pemerintah daerah dan pelaku usaha tetap perlu mewaspadai potensi kenaikan harga pada sektor-sektor tertentu agar daya beli masyarakat tetap terpelihara di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. (mia)