BOJONEGORO – Cuaca di Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (26/7/2026) diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sejak pagi hingga dini hari.
Meski cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menghimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan akibat cuaca kering.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang dirilis melalui Pusdalops BPBD Bojonegoro, kondisi pagi hari diprediksi cerah berawan dengan suhu sekitar 24 derajat Celsius.
Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan sekitar 2,4 kilometer per jam, sementara kelembapan udara mencapai 79 persen.
Memasuki siang hari, langit diperkirakan semakin cerah dengan suhu meningkat hingga 32 derajat Celsius.
Angin berembus dari arah timur dengan kecepatan sekitar 10,1 kilometer per jam, sedangkan kelembapan turun menjadi 45 persen sehingga udara terasa lebih panas dan kering.
Pada malam hari, cuaca masih diperkirakan cerah dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius.
Kondisi tersebut berlanjut hingga dini hari dengan suhu turun menjadi 22 derajat Celsius, disertai kelembapan mencapai 86 persen.
Hasil pemantauan visual BPBD menunjukkan sebagian besar wilayah Bojonegoro berada dalam kondisi cerah.
Kawasan Bojonegoro Kota dan wilayah selatan terpantau cerah berawan, sedangkan wilayah timur dan barat didominasi cuaca cerah.
Di balik cuaca cerah tersebut, BPBD Bojonegoro mencatat sedikitnya tiga kejadian kebakaran lahan pada Sabtu (25/7/2026).
Seluruh kejadian diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke rumpun bambu.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Belun, Kecamatan Temayang, sekitar pukul 13.59 WIB.
Sebanyak 13 rumpun bambu terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas pada pukul 14.35 WIB.
Peristiwa berikutnya terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, sekitar pukul 19.50 WIB.
Petugas BPBD melakukan asesmen dan penyemprotan hingga api yang membakar tiga rumpun bambu berhasil dipadamkan pada pukul 20.20 WIB.
Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, sekitar pukul 21.55 WIB.
Api membakar satu rumpun bambu sebelum berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.24 WIB.
Seluruh kejadian tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa, namun menjadi pengingat agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama saat cuaca panas dan kering.
Debit Bengawan Solo Normal
Sementara itu, hasil pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo yang bersumber dari Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa ASA III menunjukkan kondisi sungai masih aman.
Tinggi muka air tercatat 6,10 meter dengan status normal dan tren stabil, sehingga belum menunjukkan adanya potensi peningkatan debit yang perlu diwaspadai.
BPBD Bojonegoro menghimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas. (mia)
































