Beranda Infotaiment Hari Lahir Pancasila 2026, Partai Buruh Desak Keadilan Sosial Bukan Sekedar Slogan

Hari Lahir Pancasila 2026, Partai Buruh Desak Keadilan Sosial Bukan Sekedar Slogan

JAKARTA – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 dimaknai Partai Buruh sebagai pengingat penting bahwa nilai-nilai dasar bangsa tidak boleh berhenti sebagai simbol atau seremoni tahunan semata.

Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam kebijakan negara, kehidupan sosial, hingga pembangunan kebudayaan yang berpihak kepada rakyat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Seni dan Budaya Partai Buruh, Dimas P. Wardhana, dalam pernyataannya memperingati Hari Lahir Pancasila yang setiap tahun diperingati pada tanggal 1 Juni.

Menurut Dimas, lahirnya Pancasila merupakan tonggak sejarah penting yang menjadi fondasi bagi cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Karena itu, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, sejak pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, bangsa Indonesia memiliki momentum resmi untuk terus memperkuat ideologi Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Nilai-nilainya harus dirasakan oleh pekerja, petani, nelayan, perempuan, pemuda, hingga seluruh lapisan rakyat Indonesia,” ujar Dimas.

Lebih lanjut, Dimas menyoroti pentingnya sila kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sebagai arah utama pembangunan nasional.

Menurutnya, berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, ketimpangan ekonomi hingga kesenjangan sosial, menuntut kehadiran negara yang lebih kuat dalam melindungi hak-hak rakyat.

Dia menilai nilai-nilai Pancasila harus diterjemahkan dalam kebijakan yang mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan, perlindungan terhadap pekerja, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

Tak hanya menyoroti aspek ekonomi dan sosial, Dimas juga menekankan pentingnya peran kebudayaan dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila.

Sebagai Ketua Bidang Seni dan Budaya Partai Buruh, ia meyakini bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa yang toleran, humanis, menjunjung tinggi persatuan, serta menghidupkan semangat gotong royong.

Menurutnya, berbagai ekspresi budaya seperti seni pertunjukan, sastra, musik, film, hingga karya-karya kreatif rakyat merupakan sarana efektif untuk menanamkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan kepada generasi muda.

“Kebudayaan adalah ruang hidup Pancasila. Melalui berbagai karya seni dan budaya, pesan tentang persatuan, kemanusiaan, serta keadilan sosial dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong negara untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap perkembangan kebudayaan nasional agar mampu tumbuh secara sehat dan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Dimas juga mengajak seluruh kader Partai Buruh, pekerja, seniman, budayawan, dan masyarakat Indonesia untuk memperkuat persatuan nasional serta menolak segala bentuk intoleransi, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.

“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari memperkokoh ideologi Pancasila dan bersama-sama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Dwp)