LAMONGAN – Mantan instruktur perakitan bom jaringan Jemaah Islamiyah yang kini dikenal sebagai pegiat deradikalisasi, Ali Fauzi Almansi, melontarkan kritik keras terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pendiri Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) itu menilai langkah militer tersebut sebagai tindakan yang gegabah dan berisiko memperluas konflik lintas negara.
“Kami sangat mengutuk tindakan Amerika Serikat dan Israel. Itu adalah suatu kebodohan,” tegas Ali Fauzi saat diwawancarai media, Selasa (03/03/2026).
Menurut Ali Fauzi, Iran bukanlah negara yang mudah dilumpuhkan. Ia menyoroti ketahanan Iran yang tetap berdiri kokoh meskipun telah puluhan tahun menghadapi embargo dari negara-negara Barat.
“Iran adalah negara yang teruji. Meski ditekan dalam waktu lama, mereka tetap kuat,” ujarnya.
Selain kemampuan pertahanan yang dinilai solid, Ali Fauzi juga menekankan kuatnya persatuan internal masyarakat Iran sebagai faktor penting dalam menghadapi tekanan eksternal.
Lebih jauh, Ali Fauzi memperingatkan bahwa konflik bisa melebar apabila negara-negara Barat lain seperti Inggris dan Prancis ikut terlibat lebih jauh.
Ia bahkan membuka kemungkinan terseretnya kekuatan global seperti Rusia dan Tiongkok jika situasi terus memburuk.
“Jika kekuatan besar dunia masuk ke dalam pusaran konflik ini, maka situasi bisa semakin tak terkendali. Dunia akan menghadapi ketidakpastian panjang,” katanya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran akan potensi perang terbuka berskala luas yang tak hanya berdampak regional, tetapi juga global.
Ali Fauzi menegaskan, peperangan di Timur Tengah tidak pernah berdiri sendiri.
Dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor, mulai dari lonjakan harga energi, terganggunya rantai pasok global, hingga gejolak pasar keuangan internasional.
“Harapan kita, peperangan ini segera diakhiri. Dampaknya akan terasa secara global, terutama pada stabilitas ekonomi dunia,” pungkasnya.
Sebagai sosok yang pernah berada dalam pusaran ekstremisme dan kini aktif mengkampanyekan perdamaian, suara Ali Fauzi dinilai memiliki bobot moral tersendiri dalam menyerukan penghentian konflik dan mencegah meluasnya perang. (epr)
































