GORONTALO – Gelombang penolakan terhadap dugaan aksi provokasi di wilayah tambang rakyat Suwawa, Bone Balango, terus menguat.
Sejumlah pemuda Bone Bolango menggelar aksi di Polda Gorontalo hingga Polres Bone Bolango, pada Senin (11/5/2026), untuk mendesak aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum berinisial “RB”.
Dalam aksi tersebut, massa menilai tindakan yang diduga dilakukan oknum tersebut telah memicu keresahan dan memperkeruh situasi di kawasan pertambangan rakyat yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Orator aksi, Jamaludin B Hamsa, secara terbuka menuding “RB” sebagai sosok yang diduga berada di balik meningkatnya ketegangan di area tambang rakyat Suwawa.
Ia meminta aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera mengusut persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Tindakan provokasi yang diduga dilakukan oknum ‘RB’ ini sudah memecah belah masyarakat dan memicu ketegangan di wilayah tambang rakyat. Para penambang yang hanya mencari nafkah justru dibuat resah dan dirugikan,” tegas Jamaludin dalam orasinya.
Dia juga mengkritik sikap aparat yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap dugaan tindakan provokatif tersebut.
Menurutnya, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, dikhawatirkan dapat berkembang menjadi konflik horizontal yang mengancam persatuan masyarakat di Bone Bolango.
“Kepolisian harus segera bertindak sebelum situasi semakin membesar dan merusak hubungan persaudaraan yang selama ini terjalin,” ujarnya.
Selain itu, Jamaludin menegaskan bahwa setiap tuduhan maupun kritik yang berkembang di tengah masyarakat seharusnya didukung fakta dan data yang jelas, bukan sekedar narasi sepihak yang berpotensi menyesatkan publik.
Dirinya menolak keras jika aktivitas tambang rakyat terus dijadikan sasaran tudingan atas berbagai persoalan, sebab menurutnya para penambang hanya berupaya memenuhi kebutuhan hidup keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.
“Kalau memang ada tuduhan, silakan buka data dan bukti secara terang benderang di depan publik. Jangan hanya membangun opini yang membuat masyarakat semakin gaduh,” katanya.
Koordinator lapangan aksi, Novan Mahmudin, turut menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk provokasi yang dinilai dapat memecah belah solidaritas para penambang rakyat di Suwawa.
Ia menegaskan bahwa masyarakat menginginkan situasi tetap kondusif dan berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah nyata agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas. (Tim Sembilan)
































