MALUKU UTARA — Aktivitas erupsi Gunung Dukono menjadi sorotan publik usai video detik-detik letusan viral di media sosial, Sabtu (9/5/2026).
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pendaki berada di kawasan gunung saat kepulan abu vulkanik membumbung tinggi ke udara disertai lontaran material pijar dari area kawah.
Unggahan akun Instagram yang membagikan peristiwa tersebut menyebutkan adanya pendaki yang diduga terjebak di sekitar puncak ketika erupsi berlangsung.
Informasi sementara menyebut tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Korban terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura dan satu warga negara Indonesia asal Jayapura.
Namun hingga kini identitas resmi para korban belum diumumkan pihak berwenang.
Selain korban meninggal dunia, tiga pendaki lain juga dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengonfirmasi erupsi terjadi pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 07.41 WIB.
Dalam laporan resminya, PVMBG menyebut kolom abu vulkanik teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara.
“Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara,” tulis PVMBG.
PVMBG juga menyatakan aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Di tengah kondisi tersebut, proses pencarian korban hilang menghadapi tantangan berat akibat erupsi yang terjadi secara berkala.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan tim pencari harus beberapa kali mundur ke titik aman ketika letusan kembali terjadi.
“Ketika aman kami mendekat ke area kawah, namun saat erupsi terjadi semua personel harus segera diamankan,” ujarnya.
Operasi pencarian dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan ke beberapa sektor pencarian menggunakan jalur darat dan bantuan drone udara.
Menurut data sementara, lebih dari 100 personel SAR gabungan diterjunkan untuk menyisir area sekitar gunung.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengungkapkan total terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan para pendaki terdiri dari sembilan warga negara asing asal Singapura, tiga warga Ternate, dan delapan warga lokal sekitar Halmahera Utara.
Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang belum sepenuhnya stabil. (Tim Sembilan)
































