Beranda Daerah Tradisi Sedekah Bumi di Bayemgede Kepohbaru Bojonegoro, Al-Qur’an, Tahlil hingga Hadrah Satukan...

Tradisi Sedekah Bumi di Bayemgede Kepohbaru Bojonegoro, Al-Qur’an, Tahlil hingga Hadrah Satukan Warga

BOJONEGORO – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi di Dusun Bayem, Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman makam Dusun Bayem tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersyukur kepada Allah SWT sekaligus mengenang jasa para leluhur.

Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun itu dikemas dengan nuansa religius.

Rangkaian acara diawali dengan Khatmil Al-Qur’an pada pagi hari, kemudian dilanjutkan tahlil, doa bersama, serta tausiyah keagamaan yang diikuti warga dengan penuh khusyuk.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran KH Mustaqim, Pengasuh Pondok Pesantren Bustamul Muta’allimin, Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Lantunan sholawat dari grup Hadrah Nurul Islam turut menambah suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi.

Mulai dari Kepala Desa Bayemgede, perangkat desa, kepala dusun, ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh lapisan warga hadir dan berbaur tanpa sekat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Mewakili panitia penyelenggara, Kepala Dusun Bayem menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh Dusun Bayem yang telah wafat.

Selain mendoakan para pendahulu, kegiatan tersebut juga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta keberkahan yang diberikan kepada masyarakat Dusun Bayem.

“Tradisi ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kami berharap Sedekah Bumi tetap lestari, terus dilaksanakan setiap tahun, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari budaya sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Dusun Bayem kembali menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam.

Semangat gotong royong, kebersamaan, serta rasa syukur menjadi pesan utama yang terus dijaga agar budaya warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (mia)