Beranda Daerah Jembatan Bojonegoro–Trucuk 6 Makin Lebar, Pengendara Kini Lebih Nyaman

Jembatan Bojonegoro–Trucuk 6 Makin Lebar, Pengendara Kini Lebih Nyaman

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat pembangunan infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Salah satu proyek yang kini menunjukkan progres signifikan adalah pelebaran Jembatan Bojonegoro–Trucuk 6 di ruas jalan Bojonegoro–Trucuk, Kecamatan Trucuk.

Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Kabupaten Bojonegoro ini menjadi solusi atas kondisi jembatan yang sebelumnya dinilai sempit dan sering menjadi titik perlambatan arus kendaraan, terutama saat kendaraan roda empat maupun truk saling berpapasan.

Berdasarkan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp196.616.753.

Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Hasil Karya, sedangkan pengawasan dilakukan oleh CV Aurea Design dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Pantauan di lapangan, Senin (6/7/2026), menunjukkan progres pembangunan telah memasuki tahap akhir.

Permukaan jembatan sudah diaspal sehingga badan jalan tampak lebih lebar, rapi dan memberikan ruang yang lebih aman bagi kendaraan yang melintas.

Dengan bertambahnya lebar jembatan, potensi kemacetan maupun antrean kendaraan saat berpapasan diperkirakan dapat diminimalkan.

Kondisi ini juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus transportasi di kawasan tersebut.

Jembatan Bojonegoro–Trucuk 6 sendiri merupakan salah satu akses vital yang setiap hari dilalui masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang hingga mengangkut hasil pertanian.

Karena itu, peningkatan kapasitas jembatan dinilai memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

Salah seorang pengguna jalan, Udin, mengaku merasakan perubahan setelah pelebaran jembatan dilakukan.

“Sekarang lebih nyaman saat melintas. Kendaraan yang berpapasan sudah lebih leluasa sehingga perjalanan terasa lebih aman dan lancar dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur serupa terus berlanjut di berbagai wilayah Bojonegoro agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Kabupaten Bojonegoro, Biyanto, mengatakan pelebaran Jembatan Bojonegoro–Trucuk 6 merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur yang aman, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Melalui pelebaran jembatan ini, kami berharap kapasitas jalan semakin optimal sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar. Kami juga berkomitmen agar setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis sehingga hasilnya berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Biyanto.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya bertujuan memperbaiki akses transportasi, tetapi juga menjadi investasi daerah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun berharap proyek pelebaran Jembatan Bojonegoro–Trucuk 6 dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Dengan hadirnya jembatan yang lebih luas dan representatif, mobilitas masyarakat di Kecamatan Trucuk dan sekitarnya diharapkan semakin lancar, aman, serta mampu menunjang pembangunan daerah secara berkelanjutan. (mia)