BOJONEGORO — Suasana peringatan Hari Jadi SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (22/8/2026), berlangsung semarak.
Selain penampilan drum band, lantunan gamelan Jawa turut menjadi bagian istimewa dalam menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.
Pratikno yang merupakan alumni SMPN 1 Padangan hadir dalam agenda peringatan hari jadi sekaligus peresmian gedung baru sekolah tersebut.
Kedatangannya disambut hangat oleh siswa-siswi, guru, alumni, serta para tamu undangan.
Dalam acara tersebut, sejumlah siswa kelas 7 hingga kelas 9 SMPN 1 Padangan ikut memainkan berbagai instrumen gamelan Jawa.
Alunan musik tradisional itu menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian penyambutan sang alumni yang kini dipercaya sebagai Menko PMK.
Salah satu penabuh kenong, Keila Maulana Aswaputri, mengaku bangga mendapat kesempatan tampil dalam momen tersebut.
Menurutnya, memainkan alat musik tradisional Jawa untuk menyambut seorang menteri sekaligus alumni sekolah menjadi pengalaman yang sangat berkesan.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam acara penyambutan Bapak Menteri. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya karena bisa memainkan gamelan Jawa untuk menyambut beliau,” ujar Keila.
Kebanggaan serupa disampaikan Bagas, siswa kelas 9 yang memainkan alat musik gong.
Ia mengaku senang dapat tampil di hadapan Menko PMK Pratikno, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta para tamu undangan lainnya.
“Kami senang banget bisa menghibur Bapak Menteri, Bapak Bupati dan tamu yang lain. Intinya kami senang bisa memainkan gamelan Jawa di hadapan beliau,” kata Bagas.
Kehadiran musik tradisional Jawa juga menjadi simbol pelestarian budaya di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan ruang bagi para siswa untuk mengenal dan mencintai kesenian daerah.
Momen Pratikno kembali ke almamater pun semakin istimewa.
Di tengah kemeriahan perayaan hari jadi dan peresmian gedung baru, generasi muda SMPN 1 Padangan menunjukkan bahwa tradisi dan pendidikan dapat berjalan beriringan.
Alunan gamelan yang dimainkan para siswa menjadi penyambut hangat bagi sang alumni sekaligus pesan bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman. (mia)
































