Beranda Infotaiment Ratusan Siswa SD di Surabaya Diduga Keracunan MBG, Menu Krengsengan Daging Jadi...

Ratusan Siswa SD di Surabaya Diduga Keracunan MBG, Menu Krengsengan Daging Jadi Sorotan

SURABAYA – Dugaan keracunan massal usai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Pancasila 45 Surabaya menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasus tersebut viral setelah muncul laporan sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah tersebut.

Informasi itu salah satunya diunggah akun Instagram @infoduduksampeyan pada Selasa (12/5/2026).

Dalam unggahan itu disebutkan, menu MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan berisi nasi, krengsengan daging sapi slice, tahu goreng, sayur wortel dan sawi, serta buah jeruk.

Menu tersebut dikabarkan dikonsumsi oleh siswa kelas 1, 2, 3, 4, dan 6 beserta sejumlah guru.

Sementara siswa kelas 5 disebut belum sempat menyantap makanan lantaran bertepatan dengan jam siang.

Dugaan keracunan ini kemudian mengarah pada distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, akhirnya buka suara terkait insiden yang menyeret dapur MBG miliknya.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terdampak, terutama para siswa dan guru yang mengalami gejala diduga keracunan.

Alida mengungkapkan, jumlah penerima manfaat yang dilaporkan terdampak mencapai sekitar 200 siswa dari wilayah distribusi SPPG tersebut.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada siswa dan guru yang terdampak,” ujar Alida dalam keterangannya di Surabaya, Senin (11/5/2026).

Dia memastikan pihak SPPG akan bertanggung jawab penuh terhadap biaya pengobatan serta penanganan para korban.

Selain itu, pihaknya juga melakukan evaluasi internal sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya yang saat ini tengah meneliti sampel makanan MBG.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh distribusi MBG dari SPPG Tembok Dukuh ke 13 sekolah di wilayahnya langsung dihentikan sementara.

Tak hanya itu, operasional dapur MBG juga dipastikan ditutup sementara hingga hasil investigasi keluar dan kondisi dinilai aman kembali.

“Kami hentikan operasional sementara untuk evaluasi total sampai semuanya benar-benar baik,” jelasnya.

Meski demikian, Alida menegaskan dapur MBG yang dikelolanya telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sejak mulai beroperasi pada 2 Februari 2026.

Dirinya menyebut kejadian tersebut berada di luar kendali pihaknya dan kini menunggu hasil resmi pemeriksaan sampel makanan dari pihak berwenang. (dn)