LAMONGAN – Kursi panas Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, akhirnya menemukan tuan barunya.
Melalui persaingan nilai yang cukup ketat, Syaifuddin Zuhdi resmi menyabet predikat nilai tertinggi dalam ujian seleksi perangkat desa yang digelar di Balai Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga siang hari ini menjadi sorotan warga Lamongan karena pengawalannya yang super ketat.
Tak tanggung-tanggung, personel gabungan dari Koramil 0812/06 Ngimbang, Polsek Ngimbang, hingga Satpol PP Lamongan diterjunkan untuk memastikan tidak ada celah bagi kecurangan.
Drama seleksi dimulai dengan prosesi pembukaan segel soal ujian yang disaksikan langsung oleh jajaran Muspika, termasuk Camat Ngimbang, Anton Sujarwo.
Para peserta harus berjibaku dengan materi yang komprehensif, mulai dari pemahaman Pancasila dan UUD 1945, administrasi pemerintahan, pengetahuan agama, hingga uji kompetensi teknologi informasi (IT).
Mewakili Danramil 0812/06 Ngimbang, Batuud Pelda Suratman menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan sekadar formalitas.
“Kami hadir untuk menjamin proses seleksi ini berjalan adil, aman, dan benar-benar transparan tanpa intervensi pihak mana pun,” tegas Pelda Suratman saat memantau lokasi bersama Babinsa Serda Puput Wijanarko.
Berdasarkan rekapitulasi nilai akhir yang diumumkan tim pengawas, Syaifuddin Zuhdi sukses mengungguli rivalnya dengan skor rata-rata 85.
Sementara itu, Fitri Kurniasari Oktaviana harus puas di posisi kedua dengan nilai rata-rata 75.
Dengan hasil ini, Syaifuddin Zuhdi dinyatakan lolos dan tinggal menunggu waktu pelantikan untuk resmi mengabdi sebagai Kasi Pemerintahan Desa Kedungmentawar.
Kepala Desa Kedungmentawar, Suyami, beserta jajaran BPD menyambut baik kelancaran acara ini.
Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan diharapkan menjadi standar baru dalam melahirkan perangkat desa yang profesional dan akuntabel di wilayah Lamongan.
Aksi pengamanan terpadu ini berakhir dengan situasi yang kondusif, meninggalkan pesan kuat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus dimulai dari proses seleksi yang bersih dan jujur. (epr)































