BOJONEGORO – Cuaca di wilayah Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (10/7/2026) diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan.
Meski cuaca relatif bersahabat untuk beraktivitas, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prakiraan BMKG yang dirilis melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bojonegoro mulai pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca pada pagi hari diperkirakan cerah berawan dengan suhu udara sekitar 24 derajat Celsius.
Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan sekitar 2,2 kilometer per jam, sementara kelembapan udara mencapai 76 persen.
Memasuki siang hari, cuaca Bojonegoro masih diprediksi cerah berawan dengan suhu meningkat hingga 31 derajat Celsius.
Angin berembus dari arah timur dengan kecepatan sekitar 8,9 kilometer per jam, sedangkan tingkat kelembapan turun menjadi 48 persen.
Pada malam hari, langit Bojonegoro diperkirakan cerah dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius.
Angin masih bertiup dari arah timur dengan kecepatan 11,4 kilometer per jam, disertai kelembapan udara 68 persen.
Sementara itu, pada dini hari cuaca tetap diprediksi cerah. Suhu udara turun menjadi sekitar 21 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 83 persen dan angin dari arah timur berkecepatan 1,1 kilometer per jam.
Hasil pemantauan visual BPBD menunjukkan kondisi cuaca di wilayah Bojonegoro Kota, Bojonegoro Selatan, Bojonegoro Timur, hingga Bojonegoro Barat sama-sama berada dalam kondisi cerah berawan.
Di sisi lain, BPBD Bojonegoro mencatat adanya dua kejadian kebakaran lahan yang terjadi di Desa Banjarsari dan Desa Kanten, Kecamatan Trucuk.
Masyarakat dihimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat cuaca panas dan kondisi vegetasi mulai mengering.
Sementara itu, hasil pemantauan debit Sungai Bengawan Solo berdasarkan data dari Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa ASA III Bengawan Solo menunjukkan kondisi berstatus normal dengan tren tinggi muka air menurun.
Kondisi tersebut menandakan belum ada potensi peningkatan debit sungai yang perlu diwaspadai.
BPBD Kabupaten Bojonegoro menghimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau berlangsung. (mia)
































