BOJONEGORO – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, kembali menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada kader PKK di Balai Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, Jumat (24/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Cantika mengajak seluruh kader PKK untuk terus menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, PKK bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, melainkan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menyukseskan berbagai program prioritas pembangunan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari keluarga. Karena itu, peran kader PKK sangat penting dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).
Cantika menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membantu memperbaiki gizi masyarakat sekaligus menambah penghasilan rumah tangga.
Jika sebelumnya pemerintah memberikan bantuan sekitar 54 ekor ayam petelur kepada keluarga penerima manfaat (KPM), kini melalui gerakan PKK setiap keluarga didorong memelihara sekitar 7 hingga 10 ekor ayam petelur secara mandiri.
Dengan cara itu, kebutuhan protein keluarga dapat terpenuhi sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan dari hasil penjualan telur.
Ajak Warga Ubah Sampah Menjadi Sumber Penghasilan
Selain ketahanan pangan, Cantika juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
Ia mengajak masyarakat mulai membiasakan pengelolaan sampah dari rumah tangga agar memiliki nilai ekonomi.
Mulai dari memilah sampah, membuat kompos, memanfaatkan bank sampah hingga mengolah barang bekas menjadi produk kerajinan dinilai mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
Keberhasilan PKK Harus Terlihat dari Dampaknya
Cantika menegaskan, keberhasilan gerakan PKK tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
Indikator keberhasilan tersebut antara lain menurunnya angka stunting, meningkatnya kesehatan keluarga, berkembangnya ekonomi rumah tangga, hingga terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.
Karena itu, ia mendorong seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa maupun berbagai pemangku kepentingan.
Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas Warnai Kegiatan
Suasana haru mewarnai akhir kegiatan saat dilakukan penyerahan bantuan kepada warga lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Salah satu penerima bantuan, Sumiati, warga Desa Tembeling, mengaku bersyukur atas perhatian yang terus diberikan pemerintah kepada kelompok lansia.
“Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Saya sangat senang karena lansia masih diperhatikan oleh pemerintah. Semoga bantuan untuk para lansia bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Usai memberikan pembinaan kepada kader PKK, Cantika Wahono melanjutkan kunjungan ke Posyandu penerima Program Gayatri untuk melihat secara langsung pelaksanaan program di lapangan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama TP PKK terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pembinaan tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap kader PKK semakin aktif menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sehingga berbagai program pemberdayaan keluarga dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (mia)
































