MADIUN, KLIKINDONESIA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun bergerak cepat menangani insiden tertempernya KA Logawa dengan sebuah truk di perlintasan sebidang resmi terjaga (JPL 103) KM 126+428 petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk – Jawa Timur, Kamis (09/07/2026).
Berkat proses evakuasi yang dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan, jalur kereta api berhasil dibuka kembali pada pukul 16.30 WIB. Jalur hulu dan hilir kini sudah dapat dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan 5 kilometer per jam sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh proses pemulihan operasional.
“KAI Daop 7 Madiun akan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan. Seluruh langkah pemulihan dilakukan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan perkeretaapian hingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal,” Ujarnya.
Akibat insiden tersebut, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. KA Ranggajati terlambat 131 menit, KA Argo Semeru 99 menit, KA Argo Wilis 58 menit, KA Logawa diperkirakan mengalami keterlambatan hingga 192 menit, KA Brantas 92 menit, serta KA Jayakarta 79 menit.
KAI memastikan seluruh pelanggan yang terdampak akan memperoleh service recovery sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk tanggung jawab atas keterlambatan perjalanan.

Tohari juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta api akibat kecelakaan tersebut.
“Kami terus berupaya mempercepat normalisasi operasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” Katanya.
Selain itu, KAI Daop 7 Madiun turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sopir truk dalam kecelakaan tersebut. KAI juga mendoakan agar para korban luka yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit segera pulih.
Sebagai langkah pencegahan, KAI kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara diminta berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, memastikan tidak ada kereta api yang melintas, serta selalu mengutamakan perjalanan kereta api.
“Kedisiplinan pengguna jalan merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang,” Pungkas Tohari. (Rita)































