BOJONEGORO — Laga final turnamen sepak bola antardesa Putra Bangsa Cup II 2026 yang mempertemukan Karangdowo FC melawan Sumberrejo FC menjadi sorotan masyarakat.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung Minggu (23/8/2026) pukul 15.30 WIB di Lapangan Condromowo, Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Pertandingan yang semestinya menjadi puncak kompetisi justru dibayangi isu tidak sedap.
Sejumlah warga mempertanyakan adanya dugaan bahwa hasil pertandingan telah ditentukan sebelum kedua tim bertanding.
Kabar tersebut beredar di tengah masyarakat, termasuk terkait dugaan aktivitas taruhan yang disebut-sebut muncul di sejumlah warung kopi dan sekitar lokasi pertandingan.
BK, Salah seorang warga yang namanya minta diinisialkan mengaku mendengar adanya keyakinan bahwa Karangdowo FC bakal keluar sebagai juara.
“Sudah banyak yang bilang Karangdowo menang. Katanya hasilnya sudah ditentukan. Kalau benar, tentu ini merusak sportivitas pertandingan,” ujarnya.
Namun, hingga kini tudingan tersebut masih sebatas informasi yang beredar di masyarakat dan belum terbukti.
Belum ada bukti resmi yang menunjukkan adanya pengaturan hasil pertandingan.
Sorotan terhadap final juga tidak terlepas dari jalannya laga semifinal sebelumnya.
Pertandingan Tunas Sakti Pejambon kontra Karangdowo FC disebut berakhir ricuh dan dihentikan pada menit ke-15 setelah terjadi insiden antarpemain.
Kepemimpinan wasit dalam laga tersebut juga menjadi bahan perbincangan masyarakat.
Selain itu, keberadaan teknologi VAR yang disebut digunakan dalam turnamen turut dipertanyakan.
Sejumlah warga menilai fungsi teknologi tersebut belum terlihat maksimal dalam membantu pengambilan keputusan pertandingan.
Di tengah berbagai isu yang berkembang, panitia disebut tetap memastikan laga final berlangsung sesuai jadwal.
Masyarakat pun meminta panitia penyelenggara bersama Askab PSSI Bojonegoro memberikan perhatian serius terhadap berbagai isu tersebut.
Mereka berharap pertandingan final berlangsung transparan, fair play, dan terbebas dari praktik perjudian maupun dugaan rekayasa hasil.
Final Putra Bangsa Cup II 2026 diharapkan benar-benar menjadi panggung bagi kedua kesebelasan untuk membuktikan kemampuan di lapangan.
Hasil akhir semestinya ditentukan oleh permainan selama pertandingan, bukan oleh isu atau skenario yang beredar sebelum laga dimulai.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat klarifikasi resmi dari panitia penyelenggara maupun Askab PSSI Bojonegoro mengenai dugaan pengaturan hasil pertandingan dan persoalan lain yang menjadi sorotan masyarakat.
Catatan: Seluruh dugaan terkait pengaturan pertandingan maupun aktivitas taruhan dalam berita ini masih berupa informasi yang beredar di masyarakat dan belum terbukti secara sah.
Klarifikasi dari pihak penyelenggara, Askab PSSI Bojonegoro, maupun pihak berwenang tetap diperlukan untuk memastikan kebenarannya. (mia)
































