Beranda TNI/POLRI TMMD 129 Bojonegoro Bawa Berkah, Warung Bakso di Kesongo Kebanjiran Pembeli

TMMD 129 Bojonegoro Bawa Berkah, Warung Bakso di Kesongo Kebanjiran Pembeli

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, memberikan manfaat yang melampaui pembangunan fisik.

Selain mempercepat pembangunan desa, kehadiran ratusan personel Satgas TMMD juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.

Salah satu yang merasakan dampak positif tersebut adalah Lasmi, pemilik warung bakso dan mie ayam Subur Rejeki di Desa Kesongo.

Sejak pelaksanaan TMMD dimulai, warung sederhana miliknya nyaris tak pernah sepi pengunjung.

Banyak anggota Satgas TMMD yang memilih menikmati waktu istirahat dengan menyantap bakso maupun mie ayam di tempat usahanya.

Meningkatnya jumlah pelanggan membuat omzet penjualan Lasmi ikut mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Baginya, pelaksanaan TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan desa, tetapi juga membawa berkah bagi usaha kecil yang dijalankannya.

“Alhamdulillah sejak ada TMMD, warung saya jadi lebih ramai. Banyak bapak-bapak TNI yang makan di sini, sehingga omzet ikut bertambah. Semoga kegiatan seperti ini membawa berkah bagi semua warga,” ujar Lasmi, Minggu (19/7/2026).

Lasmi juga mengaku terkesan dengan sikap para prajurit yang ramah dan mudah berbaur dengan masyarakat.

Kehangatan interaksi tersebut menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat warga merasa semakin dekat dengan personel TNI selama program berlangsung.

Manfaat ekonomi yang muncul ini menjadi bukti bahwa TMMD tidak hanya menghasilkan pembangunan jangka panjang berupa jalan cor beton, drainase, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga perbaikan ruang kelas sekolah.

Di sisi lain, aktivitas ratusan personel Satgas di Desa Kesongo turut menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.

Tidak hanya warung makan, sejumlah usaha lain seperti warung kopi, toko kelontong, hingga pelaku UMKM lainnya juga merasakan peningkatan aktivitas usaha.

Bertambahnya jumlah konsumen membuat transaksi ekonomi di desa menjadi lebih hidup selama pelaksanaan TMMD.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Program TMMD memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat.

Selain memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, program tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi warga yang menjalankan usaha di sekitar lokasi kegiatan.

Bagi Lasmi dan pelaku UMKM lainnya, TMMD ke-129 menjadi lebih dari sekedar program pembangunan.

Kehadiran para prajurit TNI telah menghadirkan peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong membangun Desa Kesongo menuju desa yang semakin maju dan sejahtera. (mia)