BOJONEGORO – Semangat anak muda Bojonegoro dalam membangun budaya anti korupsi kembali mendapat sorotan.
M. Faiz Chishomuddin, yang akrab disapa Maz Faa, berhasil menjadi salah satu peserta dalam program SINTESIS 2026, ajang nasional yang menghimpun pemuda berintegritas dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama lima hari, Maz Faa akan mengikuti pembinaan intensif untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, jejaring, serta strategi penguatan budaya antikorupsi.
Bekal tersebut nantinya akan dibawa pulang ke Bojonegoro melalui sebuah gerakan yang telah ia rancang, yakni NALAR (Narasi dan Aksi Pemuda Berintegritas).
Program NALAR merupakan inisiatif yang berfokus pada pendidikan, kampanye, serta aksi nyata dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas kepada generasi muda.
Maz Faa ingin membangun gerakan yang tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Empat Pilar Gerakan NALAR
Gerakan NALAR dirancang dalam empat tahapan yang saling terhubung.
Tahap pertama adalah NALAR Edu, yaitu program edukasi antikorupsi yang menyasar pelajar mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA.
Bentuk kegiatannya meliputi kelas interaktif, seminar, talkshow, hingga webinar yang dapat dilaksanakan secara luring maupun daring.
Tahap kedua adalah NALAR Media, yang berfokus pada kampanye digital melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan media digital lainnya.
Melalui pendekatan kreatif, pesan-pesan antikorupsi diharapkan lebih mudah diterima kalangan muda.
Selanjutnya terdapat NALAR Kader, yaitu proses mencetak agen-agen integritas yang akan menjadi pelopor di sekolah, organisasi kepemudaan, maupun komunitas.
Program ini menjadi kelanjutan dari kegiatan edukasi agar semangat antikorupsi terus berkembang di lingkungan masing-masing.
Sebagai puncaknya, NALAR Aksi menghadirkan kolaborasi berbagai komunitas dan organisasi untuk melaksanakan aksi nyata dalam memperluas gerakan integritas di masyarakat.
Maz Faa menjelaskan, seluruh rangkaian program tersebut akan dijalankan bersama berbagai mitra strategis.
Di antaranya Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Paksi Jawa Timur, Paksi Bojonegoro, Patriot Integritas Muda Jawa Timur, Patriot Integritas Muda Bojonegoro, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Duta Pelajar Antikorupsi Jawa Timur, Duta Mahasantri Antikorupsi, serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar gerakan ini mampu menjangkau lebih banyak kalangan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Bagi saya, lolos sebagai peserta SINTESIS 2026 menjadi kesempatan berharga untuk belajar, memperluas jejaring, dan menambah pengalaman. Semua ilmu yang saya dapatkan akan saya bawa pulang untuk mengembangkan gerakan NALAR di Bojonegoro,” ujar Maz Faa, Kamis (16/7/2026).
Ia berharap pemerintah daerah, sekolah, komunitas, serta organisasi kepemudaan dapat bersama-sama mendukung gerakan tersebut sehingga semakin banyak generasi muda Bojonegoro yang tumbuh sebagai agen perubahan dan pelopor integritas.
Maz Faa meyakini bahwa perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Saya percaya ketika semakin banyak anak muda memilih jujur, peduli dan berani menjaga integritas, itulah investasi terbaik untuk masa depan Bojonegoro,” katanya optimistis.
Deretan Prestasi Maz Faa
Maz Faa bukan sosok baru dalam dunia kepemudaan.
Alumni MTs Abu Darrin Bojonegoro ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah prestasi yang berhasil diraihnya antara lain Juara II Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Bojonegoro 2025, Awardee Fully Funded International Volunteer and Youth Fellowship Malaysia–Singapura 2026, serta penerima penghargaan PF-Muda Pertamina Foundation melalui program Sekolah Budaya Anak Gang Dolly Surabaya.
Dengan kiprah dan gagasan yang dibawanya, Maz Faa berharap gerakan NALAR dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak generasi muda Bojonegoro yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan semangat antikorupsi demi masa depan daerah yang lebih baik. (mia)































