BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur.
Berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat turut menjadi daya tarik utama dalam pelaksanaan program terpadu lintas sektor tersebut.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, Satgas TMMD bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menghadirkan pelayanan kesehatan gratis serta pasar murah yang disambut antusias masyarakat.
Sejak pagi, halaman Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kesongo dipenuhi warga.
Tak hanya berasal dari Desa Kesongo, masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah perbatasan Bojonegoro-Lamongan juga datang untuk memanfaatkan dua layanan tersebut.
Layanan kesehatan gratis merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Puskesmas Kedungadem dan Puskesmas Kesongo. Warga berusia 20 hingga 60 tahun cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memperoleh pemeriksaan tanpa dipungut biaya.
Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini.
Dokter Puskesmas Kedungadem, dr. Bowo Luhur Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.
“Deteksi dini sangat penting, terutama untuk penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi maupun asam urat. Dengan pemeriksaan rutin, penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan tenaga kesehatan dalam TMMD merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang yang sudah mengular sejak pagi. Banyak di antara mereka mengaku terbantu karena dapat memeriksakan kesehatan secara gratis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Selain layanan kesehatan, perhatian masyarakat juga tertuju pada pasar murah mandiri yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Salah satu produk yang paling banyak diburu adalah minyak goreng kemasan dua liter yang dijual sekitar Rp32.500, jauh lebih murah dibanding harga pasaran yang mencapai sekitar Rp42.000.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa TMMD tidak semata-mata berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pelayanan kesehatan gratis, hingga pasar murah merupakan satu kesatuan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
“TMMD hadir bukan hanya membangun jalan dan rumah. Kami juga ingin membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Karena itu kegiatan nonfisik seperti pelayanan kesehatan gratis dan pasar murah menjadi bagian penting dari program ini,” tegasnya.
Salah seorang warga Dusun Mundu, Desa Kesongo, Sri Minarsih (49) mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. Selain memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, ia juga membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.
Menurutnya, keberadaan pasar murah sangat membantu masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang masih relatif tinggi.
“Biasanya kalau cek kesehatan harus ke puskesmas. Sekarang bisa gratis, sekalian belanja sembako dengan harga lebih murah. Terima kasih kepada TNI, Pemkab Bojonegoro, dan semua pihak yang telah mengadakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan fisik dan non fisik.
Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta berbagai instansi terkait, TMMD diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan ketahanan ekonomi warga. (mia)






























