Beranda Daerah Gedung DPRD Bojonegoro Pulih Usai Diterjang Puting Beliung

Gedung DPRD Bojonegoro Pulih Usai Diterjang Puting Beliung

BOJONEGORO – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dipastikan telah kembali dalam kondisi aman dan berfungsi normal setelah sempat terdampak cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang disertai hujan lebat.

Peristiwa tersebut terjadi saat cuaca buruk melanda wilayah Bojonegoro. Hembusan angin kencang menyebabkan sejumlah genteng di atap gedung DPRD bergeser.

Akibatnya, air hujan masuk ke dalam bangunan dan merembes ke plafon, hingga mengakibatkan sebagian plafon di ruang paripurna runtuh.

Beruntung, kejadian itu berlangsung di luar jam kegiatan DPRD sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun gangguan terhadap aktivitas kedewanan.

Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, memastikan seluruh kerusakan telah ditangani dengan cepat dan tuntas. Saat ini, gedung DPRD dinyatakan aman dan siap digunakan kembali.

“Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi Gedung DPRD Bojonegoro sudah dibenahi dan kembali normal. Kerusakan kemarin murni akibat angin puting beliung,” ujar Abdulloh Umar, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, pergeseran genteng akibat terpaan angin menjadi pemicu utama masuknya air hujan ke dalam gedung hingga menyebabkan plafon ambrol.

“Angin kencang menggeser beberapa genteng, lalu air masuk melalui celah plafon. Begitu kejadian, kami langsung melakukan penanganan,” terangnya.

Pasca kejadian, DPRD Bojonegoro bersama sekretariat dan dinas teknis terkait bergerak cepat melakukan perbaikan menyeluruh.

Penanganan meliputi pembenahan genteng yang bergeser, pengeringan area terdampak, serta penggantian plafon yang mengalami kerusakan.

“Genteng sudah kami rapikan, plafon yang rusak juga telah diganti. Saat ini semua ruangan aman dan dapat digunakan kembali,” tegasnya.

Meski sempat mengalami kerusakan, Abdulloh Umar memastikan kinerja DPRD Bojonegoro tetap berjalan optimal.

Seluruh agenda rapat dan pelayanan kepada masyarakat tetap dilaksanakan dengan penyesuaian lokasi selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Agenda DPRD tetap berjalan karena itu adalah prioritas utama kami,” ungkapnya.

Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Bojonegoro untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan, termasuk dengan melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi atap dan struktur bangunan.

DPRD Bojonegoro juga menghimbau masyarakat agar tidak khawatir, serta memastikan bahwa gedung legislatif tersebut kini dalam kondisi aman, terkendali, dan siap menunjang seluruh kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik. (mia)