BOJONEGORO – Suasana emosional menyelimuti keberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Bojonegoro pada Jumat dini hari (1/5/2026).
Tangis haru, pelukan perpisahan, dan lantunan doa mengiringi langkah ribuan jamaah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.
Pemberangkatan dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah serta jajaran Forkopimda.
Momen ini menjadi titik awal perjalanan spiritual bagi para jamaah, sekaligus momen penuh harap bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tahun ini, sebanyak 1.741 calon jamaah haji asal Bojonegoro diberangkatkan dalam enam kelompok terbang (kloter), yakni kloter 37 hingga 42.
Ribuan jamaah tersebut akan menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan harapan kembali membawa predikat haji mabrur.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik lintas negara, melainkan perjalanan batin yang sarat makna keimanan.
“Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang menguji keimanan dan ketakwaan. Niatkan semuanya karena Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jamaah agar menjaga niat, kesabaran dan keikhlasan selama menjalankan ibadah.
Selain itu, jamaah diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Tak hanya kepada jamaah, pesan penting juga disampaikan kepada para petugas haji.
Bupati menekankan agar mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, serta pelayanan yang maksimal.
“Kami titipkan para jamaah kepada petugas haji. Layani dengan sepenuh hati, bimbing dengan sabar, agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Keberangkatan ini bukan hanya soal perjalanan menuju Makkah, tetapi juga perjalanan menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.
Doa pun mengalir dari tanah Bojonegoro, berharap seluruh jamaah diberi kesehatan, kemudahan, serta keselamatan hingga kembali ke tanah air. (Pro/mia)
































