Beranda TNI/POLRI Polres Bojonegoro Ingatkan Pelajar: Melek AI Harus Dibekali Etika dan Kesadaran Hukum

Polres Bojonegoro Ingatkan Pelajar: Melek AI Harus Dibekali Etika dan Kesadaran Hukum

BOJONEGORO — Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa banyak peluang bagi generasi muda.

Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko yang tidak boleh diabaikan.

Pesan itu disampaikan Polres Bojonegoro saat memberikan edukasi tentang pemanfaatan AI kepada sekitar 200 pelajar SMAN 1 Bojonegoro, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan berlangsung di aula sekolah yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro.

Edukasi tersebut dipimpin Kanit 3 Satreskrim Polres Bojonegoro IPTU Agus Wijaya bersama sejumlah anggota.

Para siswa diajak memahami perkembangan AI, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus berbagai risiko yang dapat muncul apabila teknologi digunakan tanpa pertimbangan etika dan tanggung jawab.

Kabag SDM Polres Bojonegoro Kompol Khristanto Widhy Nugroho mengatakan, literasi AI penting diperkuat karena pelajar merupakan salah satu kelompok yang paling aktif bersentuhan dengan teknologi digital.

Menurutnya, kemampuan mengoperasikan teknologi saja tidak cukup.

Generasi muda juga harus memahami batasan penggunaan AI, mampu menyaring informasi, serta menyadari konsekuensi dari setiap aktivitas di ruang digital.

“Tujuan edukasi ini untuk membangun pemahaman dan etika dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Para siswa juga perlu mampu menyaring informasi, mengenali bias data serta mewaspadai hoaks dan deepfake yang dapat menyesatkan maupun merugikan orang lain,” ujarnya.

Polres Bojonegoro juga mendorong para pelajar memanfaatkan AI untuk hal-hal positif, terutama mendukung proses pembelajaran, menggali ide dan mengembangkan kreativitas.

Meski demikian, AI diharapkan hanya menjadi alat bantu. Siswa tetap harus mengandalkan kemampuan berpikir, kreativitas dan orisinalitas dalam menghasilkan karya.

Penggunaan AI secara sembarangan, termasuk untuk menyalin karya atau melakukan plagiarisme, perlu dihindari.

Kompol Khristanto menegaskan, perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kesadaran hukum.

Literasi digital menjadi salah satu bekal penting agar generasi muda tidak hanya semakin adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjaga diri dari berbagai ancaman di dunia maya.

Kepala SMAN 1 Bojonegoro Wiwik Widowati mengapresiasi edukasi yang diberikan Polres Bojonegoro.

Ia menilai materi tersebut relevan dengan kehidupan pelajar yang semakin dekat dengan teknologi digital.

“Kegiatan edukasi paham AI dari Polri ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Para siswa harus mengikuti perkembangan zaman, melek teknologi, dan mampu memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik serta bertanggung jawab,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Bojonegoro berharap lahir generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga kritis dalam menerima informasi, kreatif dalam berkarya dan memahami batasan hukum.

Melek AI, menurut Polres Bojonegoro, bukan sekadar mampu menggunakan teknologi.

Lebih dari itu, kecerdasan digital harus diiringi etika, tanggung jawab dan kesadaran agar kemajuan teknologi tidak justru menjadi pintu munculnya persoalan baru di ruang digital maupun kehidupan nyata. (mia)