Beranda TNI/POLRI 845 Personel Polri Dikerahkan Tangani Gempa Flores, Ratusan Anggota Bergerak di Wilayah...

845 Personel Polri Dikerahkan Tangani Gempa Flores, Ratusan Anggota Bergerak di Wilayah Terdampak

NUSA TENGGARA TIMUR – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama jajaran Polres bergerak cepat merespon gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Sebanyak 845 personel Polri diterjunkan untuk membantu penanganan bencana dan melayani masyarakat terdampak.

Kekuatan tersebut terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel dari Polres jajaran.

Penanganan di lapangan juga diperkuat 821 personel dari berbagai instansi terkait.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, pengerahan personel merupakan bentuk respons cepat kepolisian untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan.

“Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak,” ujar Henry, Sabtu (15/8/2026).

Dari total 677 personel Polres jajaran yang dikerahkan, Polres Ende menjadi satuan dengan kekuatan terbesar, yakni 182 personel.

Selanjutnya, Polres Manggarai Timur mengerahkan 150 personel dan Polres Manggarai sebanyak 100 personel.

Kemudian Polres Nagekeo 80 personel, Polres Sikka 75 personel, Polres Manggarai Barat 72 personel, serta Polres Ngada 70 personel.

Personel tersebut ditempatkan untuk memperkuat penanganan di wilayah yang terdampak gempa, termasuk membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kepada warga serta mendukung kebutuhan penanganan di lapangan.

Henry menegaskan, kehadiran polisi juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana,” katanya.

Selain personel Polri, sebanyak 821 personel dari berbagai instansi terkait turut terlibat dalam penanganan gempa Flores.

Kolaborasi lintas instansi dinilai penting karena dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah.

Koordinasi dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Polda NTT dan Polres jajaran juga terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak.

Dalam setiap kegiatan, personel diminta mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Prinsipnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri bersama seluruh instansi terkait akan terus bergerak dan berkoordinasi untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan,” tegas Henry.

Pengerahan ratusan personel Polri dan ratusan petugas dari instansi terkait tersebut menjadi bagian dari respons terpadu menghadapi dampak gempa di Flores.

Sinergi di lapangan diharapkan membuat proses evakuasi, pelayanan dan distribusi bantuan berjalan lebih cepat serta terkoordinasi. (Ria)