Beranda TNI/POLRI Pelatihan UMKM di TMMD Bojonegoro Ubah Hasil Panen Jadi Produk Bernilai Tinggi

Pelatihan UMKM di TMMD Bojonegoro Ubah Hasil Panen Jadi Produk Bernilai Tinggi

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha desa.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pelatihan Keterampilan dan Kewirausahaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Pasca Program Jatim Puspa yang digelar di Balai Desa Kesongo, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro ini menjadi bagian dari rangkaian program nonfisik TMMD ke-129.

Pelatihan diikuti para penerima manfaat Program Jatim Puspa dari sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem.

Mereka mendapatkan pembekalan mengenai cara mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, sekaligus strategi mengembangkan usaha agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMD Kabupaten Bojonegoro, M. Agus Alim, SE, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah lanjutan untuk memastikan Program Jatim Puspa tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mampu menciptakan pelaku usaha yang mandiri.

“Kami ingin perempuan-perempuan di Kecamatan Kedungadem memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat berwirausaha sehingga usaha yang dirintis dapat berkembang serta memberikan manfaat bagi ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurut Agus, peningkatan kapasitas menjadi faktor penting agar penerima manfaat mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.

Karena itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan sesuai potensi desa masing-masing.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan mengolah komoditas lokal menjadi produk kuliner yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pelatihan dipandu oleh pemilik Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristianingsih atau yang akrab disapa Kristin Gading.

Ia memperagakan cara membuat donat berbahan dasar waluh (labu kuning) dan nagasari berbahan pisang, dua komoditas yang mudah ditemukan di wilayah Kesongo.

Kristin menilai pemanfaatan bahan baku lokal menjadi strategi efektif untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani sekaligus membuka peluang usaha baru di pedesaan.

“Saat musim panen, harga hasil pertanian sering turun. Dengan diolah menjadi produk pangan, nilainya akan meningkat sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” jelasnya.

Dia juga mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan.

Menurutnya, potensi pertanian di Desa Kesongo sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang mampu melahirkan UMKM baru berbasis pangan lokal.

Sementara itu, Camat Kedungadem, Sahlan, menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu yang tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kawasan di sekitar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kesongo akan dikembangkan menjadi rest area yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Keberadaan kawasan tersebut diyakini membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal.

“Manfaatkan bantuan dan pelatihan yang sudah diberikan. Tingkatkan kualitas produk, kemasan, serta pemasarannya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” pesannya kepada peserta.

Di sisi lain, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

Melalui sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan berbagai pemangku kepentingan, TMMD ke-129 di Desa Kesongo diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum pun berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi desa, sehingga manfaat TMMD dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (mia)