Beranda Daerah Bupati Setyo Wahono Cari Solusi Untuk 5.610 Anak Bojonegoro Tak Sekolah

Bupati Setyo Wahono Cari Solusi Untuk 5.610 Anak Bojonegoro Tak Sekolah

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi sektor pendidikan.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo) yang digelar di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Pemkab Bojonegoro, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho, serta sejumlah kepala OPD lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dibarengi dengan semangat belajar dan kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah agar akses pendidikan bisa dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.

Ia menekankan bahwa hak pendidikan bagi setiap warga negara harus benar-benar diwujudkan melalui langkah nyata dan berkelanjutan.

“Pendidikan Bojonegoro harus terus dibenahi agar semakin maju. Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh anak mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan,” ujar Setyo Wahono.

Sorotan utama dalam forum tersebut adalah persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Bojonegoro.

Setyo Wahono menilai penanganan ATS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dia bahkan mengaku akan lebih sering turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat, terutama di wilayah yang masih ditemukan anak-anak belum bersekolah hingga memilih menutup diri di rumah.

“Masalah ATS ini tidak bisa diselesaikan sendirian. Semua pihak harus ikut bergerak. Bahkan masih ada anak yang tidak mau keluar rumah dan belum tersentuh pendidikan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Selain menjadi wadah bertukar gagasan, forum crowdsourcing tersebut juga diharapkan mampu melahirkan solusi konkret untuk mendukung perencanaan pembangunan pendidikan di Bojonegoro.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan mendorong lahirnya inovasi dan kompetisi positif demi peningkatan mutu pendidikan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho menyampaikan apresiasi atas berbagai ide, kritik, dan inovasi yang disampaikan peserta forum.

Dirinya menyebut pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata, tetapi menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, tantangan pendidikan di Bojonegoro masih cukup besar, terutama dalam menuntaskan persoalan ATS yang jumlahnya masih ribuan anak.

“Pendidikan ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya jenjang TK, SD, SMP atau SMA saja. Kami sangat mengapresiasi berbagai masukan yang diberikan demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” kata Anwar.

Berdasarkan data terbaru Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, saat ini tercatat sekitar 5.610 Anak Tidak Sekolah yang masih membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

“Jumlah ATS masih sekitar 5.610 anak. Karena itu diperlukan kerja sama semua pihak agar persoalan ini bisa segera dituntaskan,” pungkasnya. (epr)