BOJONEGORO – Estafet kepemimpinan di tingkat desa kembali bergulir, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara resmi melantik dua Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW), Rabu (10/6/2026), untuk melanjutkan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, serta Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno.
Pelantikan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pemerintahan desa sekaligus memastikan program pembangunan yang telah direncanakan tetap berjalan hingga akhir masa jabatan masing-masing kepala desa.
Dua kepala desa yang dilantik yakni Kholik sebagai Kepala Desa Bungur, Kecamatan Kanor, yang akan menjabat hingga berakhirnya sisa masa jabatan periode 2020–2028.
Sementara itu, Zainal Abidin dipercaya memimpin Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, hingga berakhirnya masa jabatan kepala desa periode 2022–2030.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang lahir dari proses demokrasi dan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, seorang kepala desa harus mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak kepada kepentingan warga.
“Proses demokrasi di desa bukan hal yang mudah karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Amanah yang diberikan hari ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan desa dan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Bupati juga meminta kedua kepala desa yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memahami berbagai persoalan yang ada di wilayah masing-masing.
Dengan sisa masa jabatan yang tidak terlalu panjang, mereka dituntut mampu bergerak cepat agar program pembangunan dan pelayanan publik tidak mengalami hambatan.
Lebih lanjut, Wahono menekankan bahwa kepala desa PAW harus melanjutkan arah pembangunan yang telah disusun sebelumnya.
Seluruh kebijakan dan program desa harus tetap mengacu pada dokumen perencanaan yang berlaku serta berjalan sesuai regulasi dan ketentuan perundang-undangan.
Selain fokus pada pembangunan, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menjaga persatuan masyarakat setelah pelaksanaan pemilihan kepala desa antarwaktu.
Ia meminta kepala desa yang baru untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang pilihan politik saat proses pemilihan berlangsung.
Menurutnya, suasana yang harmonis dan kondusif menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Setelah proses demokrasi selesai, semua pihak harus kembali bersatu. Bangun komunikasi yang baik dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh unsur masyarakat agar pelayanan serta pembangunan desa dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Tak hanya itu, Wahono juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa, khususnya kepala desa, dalam memahami berbagai regulasi yang terus berkembang.
Pemahaman yang baik terhadap aturan akan membantu pemerintah desa mengambil kebijakan yang tepat sekaligus menghindari potensi kesalahan dalam tata kelola pemerintahan.
Di tengah dorongan mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing, Bupati juga mengajak pemerintah desa untuk lebih aktif menggali potensi lokal yang dimiliki.
Baik potensi pertanian, usaha ekonomi masyarakat, maupun sumber daya lainnya diharapkan dapat dikelola secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Dia menilai berbagai program dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara optimal sebagai peluang mempercepat pembangunan dan memperkuat kemandirian desa.
“Kemandirian desa harus terus diperkuat. Kepala desa harus mampu membaca potensi wilayahnya dan mengelolanya menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Ketua DPRD Bojonegoro, Wakil Kapolres Bojonegoro, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojonegoro, jajaran Forkopimda, para camat, serta tamu undangan lainnya. (mia)
































