BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
Suasana hangat terlihat di Balai Desa Kesongo saat Komandan SSK Satgas TMMD ke-129, Lettu Ckm Purnomo, ikut serta dalam pelatihan pembuatan donat bersama warga.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro itu menjadi bagian dari rangkaian program nonfisik TMMD.
Dalam pelatihan tersebut, Lettu Purnomo tidak hanya menyaksikan proses pembuatan kue.
Ia ikut mempraktikkan setiap tahapan, mulai dari mencampur bahan, menguleni adonan, membentuk donat, hingga menggorengnya bersama para peserta.
Didampingi instruktur pelatihan, Bu Eni, suasana belajar berlangsung santai namun penuh antusias.
Tawa dan canda mewarnai kegiatan yang sekaligus menjadi ruang mempererat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat.
Lettu Ckm Purnomo mengatakan, TMMD memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar membangun jalan, jembatan, rumah layak huni, maupun fasilitas umum lainnya.
Menurutnya, program ini juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Selain belajar keterampilan baru, kami juga bisa berbagi pengalaman dan mempererat hubungan kekeluargaan. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Eni, yang menjadi pendamping praktik pembuatan donat, mengaku senang melihat antusiasme personel Satgas TMMD mengikuti pelatihan.
“Senang sekali bapak-bapak TNI ikut belajar membuat donat. Mereka ternyata tidak hanya terampil membangun infrastruktur, tetapi juga memiliki semangat tinggi untuk belajar bersama masyarakat,” tuturnya.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.
Melalui rangkaian kegiatan fisik dan nonfisik yang saling melengkapi, TMMD ke-129 di Desa Kesongo terus membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur baru, tetapi juga dari terbangunnya kebersamaan, kepedulian dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat sebagai fondasi menuju desa yang lebih mandiri dan sejahtera. (mia)
































