Beranda Daerah TP PKK Bojonegoro Bergerak, Balita Kurang Gizi hingga Lansia Dapat Bantuan

TP PKK Bojonegoro Bergerak, Balita Kurang Gizi hingga Lansia Dapat Bantuan

BOJONEGORO – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pendampingan program hingga tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan kerja terpadu dan pembinaan administrasi yang digelar di Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan organisasi, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat melalui pemberian bantuan kepada balita kurang gizi, ibu hamil, remaja dengan masalah gizi, lansia, penyandang disabilitas, hingga kunjungan ke lembaga pendidikan dan pengembangan program GAYATRI.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengungkapkan rasa bangganya saat melihat potensi lokal yang dimiliki Desa Kabunan.

Setibanya di lokasi, ia disambut berbagai produk unggulan UMKM desa, mulai dari aneka olahan makanan hingga batik khas Bojonegoro yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Cantika menegaskan bahwa fokus utama kegiatan kali ini adalah percepatan penanganan stunting serta penguatan program GAYATRI.

Program tersebut mendorong setiap keluarga memiliki beberapa ekor ayam petelur guna mendukung pemenuhan gizi dan ketahanan pangan rumah tangga.

Menurutnya, stunting bukan sekedar persoalan tinggi badan anak yang berada di bawah standar.

Dampaknya jauh lebih luas karena berkaitan dengan kesehatan, kualitas hidup, hingga masa depan generasi penerus bangsa.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan. Ini tentang kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak-anak kita. Karena itu ibu hamil harus rutin memeriksakan kesehatan, layanan Posyandu harus berjalan sesuai standar, pola asuh keluarga diperkuat, sanitasi diperbaiki, dan lingkungan harus terbebas dari asap rokok,” ujar Cantika.

Setelah pemaparan mengenai pengembangan program GAYATRI oleh Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai stunting yang disampaikan Kepala Puskesmas Balen, Nety Sahara.

Dalam paparannya, Nety meluruskan anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa anak bertubuh pendek pasti mengalami stunting.

Dia menjelaskan bahwa faktor genetik memang memengaruhi tinggi badan seseorang, namun asupan gizi yang baik sejak masa kehamilan dapat membantu anak tumbuh optimal.

“Tidak semua anak yang pendek mengalami stunting. Jika kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi sejak masa kehamilan, peluang anak untuk tumbuh tinggi dan sehat tetap sangat besar meskipun orang tuanya memiliki postur pendek,” jelas Nety.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dampak stunting tidak hanya terlihat dari pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak anak.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Yang menjadi perhatian bukan hanya tubuhnya yang pendek, tetapi juga perkembangan otaknya yang tidak maksimal. Anak yang mengalami stunting cenderung lebih sering sakit karena sistem kekebalan tubuhnya lebih rendah,” terangnya.

Nety menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Posyandu Remaja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi sejak usia muda.

Ia juga mengingatkan bahwa calon ibu dengan kondisi tubuh terlalu kurus memiliki risiko lebih besar melahirkan anak stunting.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan pemenuhan gizi harus dilakukan sedini mungkin.

Selain itu, pola pemberian makan pada bayi juga menjadi faktor penting. Bayi usia 0 hingga 6 bulan dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif, kemudian dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi saat memasuki usia 6 bulan.

“ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat penting. Setelah itu bayi mulai dikenalkan dengan MPASI, dan sebisa mungkin disiapkan sendiri di rumah agar kualitas gizinya lebih terjamin,” pungkasnya.

Melalui kunjungan ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap upaya pencegahan stunting semakin masif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Di saat yang sama, penguatan program GAYATRI diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan sekaligus pemenuhan gizi keluarga di tingkat desa. (mia)