Beranda Daerah BWBF 2026 Diserbu Pengunjung, UMKM Bojonegoro Raup Jutaan Rupiah

BWBF 2026 Diserbu Pengunjung, UMKM Bojonegoro Raup Jutaan Rupiah

BOJONEGORO – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro sukses menarik perhatian masyarakat.

Sejak siang hingga sore hari, Rabu (17/6/2026), ribuan pengunjung tampak memadati area festival untuk berburu produk batik, kerajinan tangan, hingga kuliner khas lokal yang ditawarkan para pelaku UMKM.

Tingginya antusiasme warga tidak hanya membuat suasana festival semakin semarak, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang yang ikut berpartisipasi.

Berbagai stan pameran terlihat ramai dikunjungi pembeli yang tertarik dengan beragam produk unggulan khas Bojonegoro.

Perwakilan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Nurul Cusaybina, mengungkapkan bahwa transaksi penjualan selama festival berlangsung cukup menggembirakan.

Bahkan dalam hitungan jam, omzet yang diperoleh sudah mencapai jutaan rupiah.

“Pengunjung sangat ramai. Dari siang sampai sore, satu meja saja sudah menghasilkan sekitar Rp2 juta. Padahal di stan Dekranasda ada empat meja yang menjual berbagai produk,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran.

Ramainya pengunjung juga dirasakan para pelaku usaha yang berjualan di area luar tenda pameran.

Salah satunya Sintia, pemilik usaha Deliwaffle yang sehari-hari berjualan di kawasan Jalan Pemuda, Bojonegoro.

Menurut Sintia, penyelenggaraan Bojonegoro Wastra Batik Festival menjadi momentum yang sangat positif bagi para pedagang. Produk yang dijualnya laris manis sejak acara dimulai.

“Pembeli datang terus sejak siang. Banyak juga anak-anak yang baru pulang sekolah masuk ke alun-alun dan membeli produk kami,” tuturnya.

Bojonegoro Wastra Batik Festival tidak hanya menjadi ajang promosi batik dan produk unggulan daerah, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kehadiran ribuan pengunjung memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

Selain memperkenalkan kekayaan wastra dan budaya lokal kepada masyarakat luas, festival ini juga menjadi wadah strategis untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Bojonegoro.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa produk lokal masih memiliki daya tarik kuat di tengah persaingan pasar modern.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bojonegoro Wastra Batik Festival diharapkan terus berkembang menjadi agenda unggulan yang mampu mengangkat potensi ekonomi kreatif dan memperkuat identitas budaya daerah. (mia)