LAMONGAN – Suasana penuh khidmat menyelimuti kompleks makam para leluhur Kabupaten Lamongan pada Senin pagi (25/05/2026).
Di tengah peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama tokoh pemerintahan melakukan prosesi ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri daerah berjuluk Kota Soto tersebut.
Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, hadir bersama Bupati Lamongan, Kapolres, Kajari, Ketua DPRD, serta sejumlah kepala OPD dalam kegiatan yang menjadi bagian awal rangkaian peringatan HJL ke-457 itu.
Langkah para pejabat tampak perlahan memasuki area pemakaman leluhur Lamongan.
Satu per satu karangan bunga diletakkan di atas pusara para tokoh pendahulu sebagai simbol penghormatan atas jasa dan perjuangan mereka membangun pondasi daerah hingga berkembang seperti sekarang.
Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk mengingat perjuangan para leluhur yang telah membangun Lamongan dengan pengorbanan dan semangat persatuan.
“Lamongan hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah menjaga warisan itu melalui kebersamaan, kerja nyata, dan semangat membangun daerah,” ujarnya usai prosesi ziarah.
Menurut Dandim, usia 457 tahun menjadi bukti panjangnya perjalanan Kabupaten Lamongan menghadapi berbagai dinamika zaman.
Karena itu, seluruh elemen, baik TNI, Polri, pemerintah daerah maupun masyarakat, harus tetap bersatu demi melanjutkan pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai sejarah dan budaya agar pembangunan daerah tidak kehilangan jati diri.
“Perjalanan panjang ini harus menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak bisa dicapai sendiri. Semua pihak harus berjalan bersama dalam satu tujuan untuk Lamongan yang lebih maju,” tegasnya.
Suasana haru terasa saat prosesi tabur bunga berlangsung.
Sejumlah warga yang ikut hadir mengaku bangga melihat para pemimpin daerah tetap menjaga tradisi penghormatan kepada para leluhur.
Salah seorang warga sekitar makam, Marzuki (65), menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sejarah dan masyarakat tetap mendapat tempat penting di tengah perkembangan zaman.
“Kami merasa bangga karena para pemimpin masih menghormati leluhur dan mau hadir langsung berdoa bersama masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kemajuan, dan kesejahteraan Kabupaten Lamongan di usia ke-457 tahun.
Dari ziarah itu tersirat pesan kuat bahwa semangat persatuan, penghormatan terhadap sejarah, serta nilai perjuangan para leluhur menjadi fondasi penting bagi perjalanan Lamongan menuju masa depan yang lebih maju dan harmonis. (epr)
































