Beranda Infotaiment Terhubung Alun-Alun dan TBS, Pasar Kota Bojonegoro Siap Manjakan Pembeli

Terhubung Alun-Alun dan TBS, Pasar Kota Bojonegoro Siap Manjakan Pembeli

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai mematangkan langkah besar, mentransformasi Pasar Kota Bojonegoro menjadi pusat perbelanjaan modern yang tetap mempertahankan ruh pasar tradisional.

Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, (DPKP-CK) Kabupaten Bojonegoro, konsep baru pasar kini mulai disosialisasikan kepada para pedagang.

Proyek ini disebut sebagai bagian dari visi penataan wajah Kota Bojonegoro yang lebih tertata, nyaman, dan kompetitif menghadapi gempuran toko modern.

Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, menjelaskan desain terbaru merupakan hasil pembahasan bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta lintas OPD.

Salah satu perubahan mencolok dari rancangan awal adalah penambahan eskalator atau tangga berjalan.

“Kalau sebelumnya hanya tangga biasa, sekarang kita siapkan eskalator agar akses ke lantai atas lebih mudah dan pasar tampil lebih representatif,” jelasnya, Senin (2/3/2026).

Yang membuat proyek ini semakin menarik, Pasar Kota Bojonegoro dirancang menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terhubung langsung dengan ikon kota, yaitu Alun-Alun Bojonegoro dan Taman Bengawan Solo.

Dengan luas lahan mencapai 18.236 meter persegi, pembangunan tidak hanya mengejar megahnya bangunan, tetapi juga menyiapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 4.633 meter persegi.

Lantai tiga bahkan diproyeksikan memiliki view langsung ke Sungai Bengawan Solo, menawarkan pengalaman belanja dengan panorama sungai legendaris tersebut.

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PKP Cipta Karya, Benny Kurniawan, merinci gedung baru akan menampung total 1.480 unit tempat berdagang.

Rinciannya, yaitu lantai 1, 483 kios dan los untuk pedagang basah seperti daging, ikan, dan sayuran.

Lantai 2, 499 unit dengan konsep semi mall agar lebih modern dan nyaman.

Lantai 3, 498 unit dengan desain area belanja modern dan panorama sungai.

Konsep ini diharapkan mampu membuat setiap lantai memiliki daya tarik berbeda sehingga pengunjung terdorong menjelajah seluruh area pasar.

Meski menyambut positif rencana modernisasi, para pedagang memberi sejumlah catatan penting.

Mereka meminta pemerintah memastikan jumlah kios benar-benar cukup sesuai data pedagang aktif agar tidak ada yang terpinggirkan.

Selain itu, pedagang mengusulkan konstruksi bangunan diperkuat agar tahan lama dan bebas kebocoran.

Fasilitas pendukung seperti mushola dan gerai ATM disiapkan sejak awal.

Setiap lantai memiliki konsep unik agar pembeli tidak hanya berpusat di lantai bawah.

Harapannya, Pasar Kota Bojonegoro tidak hanya tampil modern, tetapi juga berkelanjutan (sustainable) di tengah persaingan swalayan dan pusat perbelanjaan besar.

Pemkab Bojonegoro menargetkan seluruh proses administrasi dan perencanaan teknis rampung selama bulan Ramadan tahun ini.

Jika sesuai jadwal, proses lelang atau tender proyek akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.

Transformasi ini bukan sekedar renovasi fisik, tetapi upaya membangun wajah baru pusat ekonomi rakyat Bojonegoro lebih modern, lebih tertata, namun tetap berpihak pada pedagang lokal. (mia)