Beranda Infotaiment Imbas Dana Tak Cair, Distribusi MBG di Desa Janti Kediri Terhenti

Imbas Dana Tak Cair, Distribusi MBG di Desa Janti Kediri Terhenti

KEDIRI — Program pemenuhan gizi bagi pelajar di Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, terpaksa mengalami jeda.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Janti menghentikan sementara operasionalnya lantaran dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga dicairkan.

Penghentian operasional tersebut dituangkan dalam surat resmi dapur SPPG Desa Janti bernomor 01/SPPG-JANTI/II/2026 tertanggal 2 Februari 2026.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa seluruh aktivitas pelayanan dihentikan sementara hingga bantuan dana dari pemerintah benar-benar diterima.

“Operasional SPPG Janti akan kembali berjalan setelah dana bantuan dari pemerintah diterima,” demikian bunyi keterangan resmi dalam surat tersebut.

Belum cairnya dana MBG membuat distribusi makanan bergizi gratis ke sejumlah sekolah di wilayah Desa Janti tidak dapat dilanjutkan.

Hingga kini, belum ada kepastian waktu kapan penyaluran dana tersebut akan terealisasi.

Situasi ini berdampak langsung pada para siswa penerima manfaat program MBG.

Untuk mengantisipasi kebutuhan gizi anak-anak selama program terhenti, pihak sekolah bersama pengelola SPPG mengeluarkan himbauan kepada orang tua murid agar membekali anak-anak dengan makanan dari rumah.

“Mulai Selasa, 3 Februari 2026, mohon Ayah dan Bunda membawakan bekal makan untuk putra-putrinya dari rumah,” tulis imbauan yang disampaikan kepada wali murid.

Penghentian sementara operasional SPPG Desa Janti ini memunculkan harapan besar dari pengelola, pihak sekolah, serta masyarakat agar pemerintah segera mencairkan dana MBG.

Program tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan siswa, terutama bagi keluarga yang bergantung pada bantuan makanan bergizi gratis dari pemerintah.

Jika dana telah dicairkan, layanan SPPG Desa Janti dipastikan akan kembali berjalan seperti semula demi memastikan hak gizi anak-anak tetap terpenuhi. (liana)