Beranda Investigasi Proyek Rp767 Juta di Tuban Diduga Asal-Asalan

Proyek Rp767 Juta di Tuban Diduga Asal-Asalan

TUBAN, KLIKINDONESIA – Sorotan tajam kembali mengarah ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPU PRP RKP) Kabupaten Tuban.

Sejumlah warga menuding dinas yang membidangi proyek fisik itu tidak becus dalam mengawasi pekerjaan pemasangan beton U-Ditch di Desa Sawahan, Kecamatan Rengel.

Pasalnya, proyek saluran tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, terutama pada bagian lantai kerja (pasir) yang terlihat tidak merata dan diduga mengalami pengurangan volume.

Pengurangan lantai kerja berpotensi besar menurunkan daya dukung konstruksi saluran beton. Saat debit air meningkat, struktur U-Ditch bisa kehilangan kestabilannya sehingga rawan ambles, bergeser, bahkan rusak dini.

“Kalau lantai kerja saja tidak rata, bagaimana mau kuat? Itu bisa berbahaya kalau nanti air menggenang,” ujar Muhtadi, salah satu warga, Kamis (30/10/2025).

Warga juga mengaku kecewa dengan lemahnya pengawasan dari pihak DPU PRP RKP Tuban. Mereka menilai proyek ini seolah dibiarkan berjalan tanpa kontrol ketat dari pihak dinas.

“Pengawas jarang turun ke lokasi. Wajar kalau pelaksana kerja seenaknya. Uang rakyat yang dipakai, tapi hasilnya jauh dari harapan,” keluhnya.

Mereka menilai, kritik masyarakat seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan proyek, bukan malah membiarkan pekerjaan berjalan tanpa kendali.

Proyek pembangunan saluran U-Ditch ini diketahui dikerjakan oleh CV Blessing, beralamat di Jalan Syeh Ahmad Kholil No. 293, Dusun Rawasan, Desa Rawasan, dengan nilai kontrak mencapai Rp767 juta.

Namun, hasil pekerjaan di lapangan justru memunculkan pertanyaan besar soal kualitas dan transparansi pelaksanaan.

“Proyek ini kan uang rakyat. Harusnya dinas turun langsung, bukan hanya percaya laporan. Kalau dibiarkan seperti ini, sama saja mendukung penyimpangan proyek,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPU PRP RKP Kabupaten Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengurangan volume pekerjaan tersebut.

Tim redaksi akan segera melakukan konfirmasi langsung kepada pihak dinas dan pelaksana proyek untuk memastikan kebenaran temuan di lapangan. (***)