Beranda Infotaiment Tukar Sampah Dapat Hadiah, Aksi Unik KKN STIT Bojonegoro Bikin Siswa Antusias

Tukar Sampah Dapat Hadiah, Aksi Unik KKN STIT Bojonegoro Bikin Siswa Antusias

BOJONEGORO – Edukasi menjaga lingkungan tidak selalu harus dilakukan lewat ceramah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro membuktikannya dengan menghadirkan cara unik dan menyenangkan melalui program tukar sampah dengan kupon spin berhadiah makanan.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Balai Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/8/2026), dan menjadi bagian dari agenda Outbound Petualangan Pandu Cilik.

Sebanyak 41 siswa sekolah dasar ikut ambil bagian dalam kegiatan edukatif tersebut.

Sejak kegiatan dimulai, para siswa terlihat antusias membawa sampah yang sebelumnya telah mereka kumpulkan dari rumah.

Sampah tersebut kemudian ditukarkan dengan kupon yang bisa digunakan untuk mengikuti permainan roda putar atau spin.

Keseruan semakin terasa ketika para peserta memutar roda hadiah.

Berbagai makanan ringan dan hadiah menarik telah disiapkan sebagai apresiasi bagi siswa yang ikut berpartisipasi.

Konsep sederhana tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini.

Anak-anak diajak memahami bahwa sampah tidak harus berakhir menjadi sesuatu yang dibuang sembarangan, tetapi dapat dikumpulkan dan dikelola dengan lebih baik.

Koordinator KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Abdullah Adi Fatih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Pilang.

Menurutnya, pendekatan melalui permainan dipilih agar pesan mengenai kepedulian lingkungan lebih mudah diterima anak-anak.

“Ini bagian dari program kerja KKN untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak. Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga pesan tentang pentingnya mengelola sampah lebih mudah diterima oleh para siswa,” ujarnya.

Antusiasme peserta pun terlihat hingga kegiatan berakhir.

Salah seorang siswa, Yudha Saputra, mengaku senang karena bisa bermain sekaligus belajar menjaga kebersihan.

“Senang sekali karena bisa membawa sampah dari rumah, lalu ditukar kupon dan ikut permainan. Jadi belajar menjaga kebersihan juga,” katanya.

Hal serupa disampaikan Anindya Keisha Azzahra, ia menilai permainan tersebut membuat kegiatan mengumpulkan sampah menjadi lebih menyenangkan.

“Permainannya seru dan hadiahnya menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M. Rondi, menilai edukasi pengelolaan sampah perlu dikenalkan sejak anak-anak melalui metode yang kreatif.

Dia menyebut kebiasaan sederhana yang dikemas secara menarik dapat menjadi pintu masuk untuk membangun karakter peduli lingkungan.

Menurutnya, masyarakat sebelumnya juga mengenal berbagai tradisi sederhana yang menghubungkan pengumpulan sampah dengan hadiah atau kebutuhan sehari-hari.

“Mengelola sampah merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, edukasi lingkungan kepada siswa perlu dilakukan melalui tradisi yang unik, menyenangkan, dan mudah diingat,” jelasnya.

M. Rondi berharap inovasi mahasiswa KKN tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Konsep tukar sampah dengan kupon permainan diharapkan dapat menginspirasi sekolah, desa, maupun masyarakat untuk menciptakan gerakan serupa.

Dengan cara yang menyenangkan, anak-anak tidak hanya mendapatkan hadiah, tetapi juga pengalaman langsung tentang pentingnya memilah, mengumpulkan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Kolaborasi mahasiswa, sekolah, dan masyarakat itu diharapkan menjadi langkah kecil untuk membangun kebiasaan besar.

Sebab, ketika kepedulian terhadap lingkungan dikenalkan sejak bangku sekolah dasar, budaya menjaga kebersihan berpeluang tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (mia)