Beranda Peristiwa Terkapar di Tengah Sawah Lamongan, Perjuangan Lansia Asal Surabaya Bikin Terenyuh

Terkapar di Tengah Sawah Lamongan, Perjuangan Lansia Asal Surabaya Bikin Terenyuh

LAMONGAN – Sebuah laporan warga mengenai dugaan penemuan orang meninggal dunia di area persawahan Lingkungan Dapur Utara, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, memicu respon cepat aparat kepolisian.

Namun, fakta yang ditemukan di lokasi justru menghadirkan kisah kemanusiaan yang mengharukan.

Peristiwa bermula pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 22.18 WIB saat layanan darurat Call Center 110 Polres Lamongan menerima laporan adanya seorang pria yang tergeletak di area persawahan dan diduga telah meninggal dunia.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Lamongan Kota Kompol M. Fadelan bersama personel Polsek Lamongan Kota, anggota Samapta, dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati pria lanjut usia yang dilaporkan tersebut masih hidup.

Meski demikian, kondisinya sangat lemah dan tidak mampu beraktivitas karena kelelahan berat.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menjelaskan bahwa informasi awal yang menyebut pria tersebut mengalami gangguan jiwa dan meninggal dunia ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan yang bersangkutan masih hidup. Kondisinya sangat lemah akibat kelelahan dan kekurangan asupan makanan,” terang Hamzaid.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun petugas, lansia tersebut mengaku berjalan kaki dari Surabaya menuju Lamongan.

Perjalanan panjang yang ditempuh seorang diri membuat tenaganya terkuras habis.

Bahkan, selama dua hari terakhir ia mengaku belum mendapatkan makanan yang cukup.

Akibat kondisi fisik yang terus menurun, pria itu akhirnya roboh dan tergeletak di area persawahan hingga mengundang perhatian warga sekitar.

Melihat situasi tersebut, petugas segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasinya ke RSUD dr. Soegiri Lamongan agar mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Tidak berhenti sampai di situ, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan kemudian melakukan proses identifikasi menggunakan sidik jari untuk mengetahui identitas pria tersebut.

Hasil identifikasi mengungkap bahwa lansia itu berinisial H (71), warga Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.

Berkat koordinasi cepat antara Polres Lamongan dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pihak keluarga akhirnya berhasil dihubungi dan memperoleh informasi mengenai keberadaan H yang sempat tidak diketahui.

Peristiwa ini sekaligus meluruskan kabar yang sempat beredar di masyarakat mengenai adanya orang dengan gangguan jiwa yang meninggal dunia di lokasi tersebut.

Faktanya, pria yang ditemukan hanyalah seorang lansia yang kelelahan dan kelaparan setelah menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki.

Kejadian ini juga menjadi bukti pentingnya kepedulian masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang membutuhkan penanganan cepat.

Melalui layanan Call Center 110, aparat kepolisian dapat segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan dan memastikan kondisi sebenarnya.

Di balik laporan yang sempat menghebohkan warga itu, tersimpan kisah perjuangan seorang lansia yang berjuang melawan lapar dan kelelahan hingga akhirnya berhasil diselamatkan berkat respons cepat polisi dan kepedulian masyarakat. (epr)