Beranda Daerah Cegah PMK Meluas, Disnakkan Bojonegoro Percepat Vaksinasi dan Desinfeksi

Cegah PMK Meluas, Disnakkan Bojonegoro Percepat Vaksinasi dan Desinfeksi

BOJONEGORO – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terdeteksi di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, langsung direspon cepat oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro bergerak melakukan langkah-langkah darurat medis dan pencegahan untuk menahan laju penularan sekaligus melindungi populasi ternak di wilayah sekitar.

Kepala Disnakkan Bojonegoro melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan, drh. Lutfi Nurrahman, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan ternak yang masih sehat serta memulihkan ternak yang telah terpapar PMK melalui penanganan intensif.

“Langkah cepat ini dilakukan agar wabah tidak meluas. PMK bisa dikendalikan jika ditangani secara tepat dan terkoordinasi,” tegas drh. Lutfi Nurrahman.

Untuk menekan angka kesakitan dan kematian ternak, Disnakkan Bojonegoro menerapkan sejumlah protokol penanganan terpadu.

Salah satunya dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis ke titik-titik rawan.

Tim ini bertugas melakukan pengobatan simptomatik, pemberian vitamin, serta penguatan daya tahan tubuh ternak yang terinfeksi.

Selain itu, upaya vaksinasi PMK juga dipercepat. Penyuntikan vaksin difokuskan pada ternak sehat di zona hijau dan kuning guna membentuk buffer zone atau sabuk pelindung, sehingga wabah tidak menyebar ke kecamatan lain.

Disnakkan juga melakukan desinfeksi massal secara berkala di kandang-kandang terdampak, termasuk penyemprotan disinfektan di jalur keluar-masuk kendaraan pengangkut ternak.

Langkah ini dibarengi penerapan biosekuriti ketat dengan menghimbau peternak membatasi akses orang luar ke kandang serta menjaga kebersihan sebelum dan sesudah kontak dengan hewan ternak.

Tak kalah penting, monitoring dan surveilans dilakukan setiap hari.

Petugas mendata populasi ternak secara rutin untuk memantau perkembangan kasus sekaligus memastikan ketersediaan obat-obatan dan logistik medis tetap aman.

drh. Lutfi Nurrahman menghimbau para peternak agar tidak panik dan menghindari praktik panic selling yang justru merugikan.

Menurutnya, PMK dapat disembuhkan apabila ternak segera mendapatkan penanganan dari tenaga medis yang kompeten.

“Kami meminta peternak segera melapor jika menemukan gejala seperti air liur berlebihan, luka pada mulut, atau kuku kaki. Pelaporan cepat sangat menentukan tingkat kesembuhan ternak,” pungkasnya. (mia)