Beranda TNI/POLRI Bukan Cuma Bangun Jalan, TNI di TMMD Bojonegoro Ikut Tanam Tembakau

Bukan Cuma Bangun Jalan, TNI di TMMD Bojonegoro Ikut Tanam Tembakau

BOJONEGORO – Seragam loreng biasanya identik dengan tugas dan latihan. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di tengah hamparan lahan pertanian, seorang prajurit TNI justru tampak memegang cangkul dan ikut menanam bibit tembakau bersama petani.

Prajurit tersebut adalah Serda Rizky Fislamy Septianto, Danru 3 SST-2 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Di sela kesibukannya mengerjakan sejumlah sasaran fisik TMMD, ia menyempatkan diri turun langsung membantu warga di sawah, Minggu (9/8/2026).

Masih mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) loreng, Serda Rizky terlihat tak canggung mengolah tanah dan menanam bibit tembakau.

Kehadirannya pun mendapat sambutan hangat dari para petani.

“Membantu petani merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun kedekatan dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD,” ujar Serda Rizky.

Menurutnya, petani merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat desa.

Karena itu, keberadaan Satgas TMMD di Desa Kesongo diupayakan tidak hanya terlihat ketika mengerjakan pembangunan fisik.

Jika ada kesempatan, para prajurit juga berusaha hadir dalam aktivitas keseharian masyarakat.

“Selain melaksanakan tugas TMMD, kami juga ingin ikut membantu warga dalam aktivitas sehari-hari. Kalau ada kesempatan, kami senang bisa turun langsung ke sawah dan membantu petani,” tutur prajurit asal Tuban tersebut.

Bagi warga Kesongo, aksi sederhana itu memiliki arti tersendiri.

Kehadiran prajurit TNI di tengah sawah memperlihatkan bahwa program TMMD tidak hanya berbicara mengenai jalan, jembatan atau pembangunan fasilitas umum.

Ada interaksi langsung antara prajurit dan masyarakat yang membuat hubungan keduanya semakin dekat.

Salah seorang petani, Mbah Pardi (65), mengaku senang melihat anggota Satgas TMMD ikut membantu pekerjaan warga.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Mereka tidak hanya membangun jalan, tapi juga mau membantu kami di sawah. Ini baru namanya TNI manunggal dengan rakyat,” katanya.

Aksi Serda Rizky tersebut menjadi gambaran kecil dari semangat gotong royong yang terus tumbuh selama pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Program TMMD sendiri tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur.

Berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomi turut menjadi bagian dari rangkaian program.

Bagi Satgas TMMD, membantu petani mungkin terlihat sederhana.

Namun, dari kegiatan tersebut tumbuh komunikasi, kebersamaan dan rasa saling memiliki antara TNI dengan masyarakat.

Di tengah lahan tembakau yang sedang digarap, kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata.

Bukan hanya membangun desa dengan material dan tenaga, tetapi juga hadir, menyapa, serta ikut merasakan aktivitas warga dari dekat.

Dari sawah Kesongo, pesan sederhana itu kembali muncul: membangun desa bukan hanya soal membangun infrastrukturnya, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakatnya. (mia)