Beranda Daerah PMI Bojonegoro Antar Air, Lalu Datangi Rumah Warga

PMI Bojonegoro Antar Air, Lalu Datangi Rumah Warga

BOJONEGORO – Kepedulian terhadap warga yang menghadapi keterbatasan air bersih di tengah musim kemarau terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro.

Bukan hanya mendistribusikan air bersih, PMI juga mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi tentang kebersihan, kesehatan dan cara menggunakan air secara bijak.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Promosi Kebersihan dari Rumah ke Rumah yang digelar bersamaan dengan distribusi air bersih, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan menyasar warga di Desa Kayulemah dan Desa Margoagung, Kecamatan Sumberejo.

Koordinator Distribusi Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian, mengatakan bantuan air bersih perlu berjalan beriringan dengan edukasi.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air harus diikuti dengan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Edukasi dilakukan secara langsung agar pesan yang disampaikan bisa diterima dan dipahami warga,” jelasnya.

Tim PMI bergerak dari rumah ke rumah untuk menyampaikan pesan kesehatan secara langsung.

Pola door to door tersebut membuat komunikasi antara petugas dan warga berlangsung lebih dekat.

Masyarakat juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan persoalan kebersihan maupun kesehatan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah materi diberikan kepada warga, mulai dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan rumah, hingga langkah pencegahan penyakit yang berpotensi muncul ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan.

PMI juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menggunakan air selama musim kemarau.

Warga diajak mengambil air secukupnya, menghindari pemborosan, serta memastikan sumber dan tempat penyimpanan air tetap bersih sehingga air yang tersedia aman digunakan.

Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan distribusi air bersih dan promosi kebersihan merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan.

“Harapannya masyarakat tidak hanya terbantu dengan distribusi air bersih, tetapi juga semakin mengetahui pentingnya menjaga kebersihan dan menghemat air, khususnya di masa kemarau seperti sekarang,” ujarnya.

Kondisi kemarau membuat ketersediaan air menjadi perhatian bersama.

Karena itu, PMI mendorong masyarakat mengambil langkah sederhana yang bisa dilakukan dari lingkungan keluarga, salah satunya menggunakan air berdasarkan kebutuhan.

Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan distribusi air selesai.

Kesadaran menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, serta menghemat air diharapkan menjadi kebiasaan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

Dengan pendekatan langsung ke rumah warga, PMI Bojonegoro menunjukkan bahwa misi kemanusiaan bukan hanya soal menyalurkan bantuan.

Di balik setiap distribusi air, terdapat upaya membangun kesadaran agar masyarakat semakin mandiri menjaga kesehatan dan lingkungan.

Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan air, kepedulian, kebersihan, dan penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau. (mia)