BOJONEGORO – Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, sukses menuntaskan pembangunan jalan rigid beton melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).
Proyek infrastruktur yang dikerjakan secara swakelola ini dinilai berjalan transparan dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Jalan rigid beton tersebut memiliki panjang 512 meter, lebar 4 meter, dengan ketebalan 15 sentimeter.
Untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan, Kepala Desa Lengkong, Drs. H. Ahmad Sholihin, turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan fisik, Jumat (30/01/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pekerjaan berjalan baik dan memenuhi standar teknis.
Sholihin pun mengapresiasi kinerja Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) Desa yang sejak awal melibatkan masyarakat serta menjalankan pembangunan secara terbuka.
Menurutnya, sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, Pemdes Lengkong berkomitmen mengelola proyek BKKD dari Pemkab Bojonegoro secara swakelola dan transparan.
Selain menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, pembangunan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung dengan menyerap tenaga kerja lokal.
“Pembangunan jalan rigid beton Desa Lengkong sudah selesai. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro. Jalan ini sangat membantu kelancaran mobilitas warga, terutama akses anak-anak dan jamaah Pondok Pesantren Tasdini,” ujar Sholihin.
Ia menambahkan, jalan tersebut menjadi jalur vital yang setiap hari dilalui santri dan jamaah pondok pesantren, sehingga keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Setiap hari jamaah pondok keluar masuk lewat jalan ini. Dampaknya jelas, bukan hanya kenyamanan, tapi juga peningkatan perekonomian warga sekitar,” sambungnya.
Manfaat pembangunan jalan rigid beton ini juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal.
Bukhori, warga setempat yang menjalankan usaha distributor LPG, mengaku sangat terbantu dengan kondisi jalan yang kini mulus dan kokoh.
“Saya sangat senang. Pelanggan LPG saya dari seluruh Desa Lengkong sekarang bisa mengambil barang dengan mudah. Dulu jalan paving sudah rusak, sekarang jauh lebih nyaman,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Azis, pelaku usaha penjualan sangkar dan perlengkapan burung.
Dia menyebut kondisi jalan yang baik membuat pelanggan dari berbagai daerah semakin mudah datang ke tokonya.
“Sekarang jalannya mulus dan tidak licin saat hujan. Pelanggan saya bukan hanya dari Bojonegoro, tapi juga Tuban, Lamongan, bahkan Jawa Tengah,” tuturnya.
Sebelumnya, jalan tersebut kerap licin dan sulit dilalui saat musim hujan karena kondisi paving yang rusak.
Kini, kehadiran jalan rigid beton membuat akses menjadi lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Secara strategis, infrastruktur ini dinilai sangat mendukung sektor pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, mendorong aktivitas perdagangan, serta menunjang akses pendidikan dan kegiatan keagamaan.
Pemdes Lengkong meyakini, infrastruktur yang memadai merupakan kunci peningkatan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pembangunan jalan rigid beton ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana desa yang transparan dan partisipatif mampu menghasilkan manfaat nyata bagi warga. (mia)
































