BOJONEGORO – Upaya pelestarian sejarah lokal terus digencarkan di Kabupaten Bojonegoro.
Salah satunya melalui program pendataan naskah kuno yang kini melibatkan langsung partisipasi masyarakat Bojonegoro.
Banyak naskah kuno peninggalan leluhur yang selama ini tersimpan di rumah warga Bojonegoro.
Padahal, dokumen tersebut menyimpan nilai sejarah tinggi mulai dari catatan asal-usul desa di Bojonegoro, silsilah keluarga, primbon, hingga kitab tulisan tangan beraksara Arab atau Pegon.
Sayangnya, tanpa perawatan yang tepat, naskah-naskah ini berisiko rusak, hilang, bahkan terlupakan.
Karena itu, pemerintah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk ikut menjaga warisan budaya tersebut dengan cara yang mudah dan aman.
Warga Bojonegoro tidak perlu khawatir kehilangan naskah. Seluruh proses pendataan dilakukan tanpa harus membawa dokumen ke kantor. Naskah tetap berada di rumah pemilik.
Cara Ikut Pendataan Naskah Kuno
Partisipasi masyarakat sangat sederhana, cukup dengan:
Mengambil foto naskah yang dimiliki
Mengisi formulir pendaftaran melalui KoboToolbox
Menunggu petugas menghubungi untuk proses lanjutan
Pendaftaran dapat dilakukan melalui:
https://sl1nk.com/daftarnaskahkunobjn
Ciri-Ciri Naskah Kuno yang Perlu Didata
Jika Anda memiliki dokumen dengan karakteristik berikut, besar kemungkinan itu adalah naskah kuno:
Ditulis tangan, bukan hasil cetakan
Menggunakan kertas lama berusia puluhan hingga ratusan tahun
Merupakan catatan milik kiai atau leluhur
Berisi sejarah desa, silsilah keluarga, atau primbon
Program ini menjadi langkah penting untuk mendokumentasikan jejak sejarah lokal agar tetap terjaga dan bisa diwariskan kepada generasi mendatang.
Masyarakat juga dihimbau tidak perlu cemas karena:
Naskah tidak akan dibawa ke kantor
Pendataan hanya dilakukan melalui dokumentasi dan verifikasi di lokasi
Petugas akan datang langsung jika diperlukan
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kontak yang tersedia.
Gerakan ini bukan hanya pendataan, tetapi juga bentuk nyata menjaga identitas dan sejarah daerah.
Dengan partisipasi warga, kekayaan budaya Bojonegoro diharapkan tetap hidup dan dikenang sepanjang masa. (mia)
































