LAMONGAN – Kecelakaan lalu lintas fatal kembali terjadi di wilayah Lamongan.
Insiden maut ini melibatkan dua kendaraan besar di Jalan Raya Lingkar Utara, tepatnya di Desa Glugu, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, pada Selasa dini hari (31/3/2026).
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Namun laporan baru diterima oleh layanan darurat Call Center 110 Polres Lamongan sekitar pukul 00.20 WIB.
Tak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan lima menit, petugas langsung bergerak cepat.
Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan melibatkan truk tronton Nissan bernopol M-8415-UC yang dikemudikan AH (59), warga Pamekasan, dengan truk box bernopol B-9633-BXU yang dikemudikan Sup, warga Pati, Jawa Tengah.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, truk box diketahui sedang berhenti di bahu jalan sebelah kiri karena mengalami kerusakan.
Saat itu, pengemudi berada di depan kendaraan untuk melakukan perbaikan.
Namun nahas, dari arah barat ke timur, truk tronton melaju dan diduga pengemudinya kurang konsentrasi.
Faktor kelelahan atau mengantuk disebut-sebut menjadi pemicu.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan keras dari arah belakang pun tak bisa dihindari.
Benturan tersebut berakibat fatal. Pengemudi truk box meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi korban dan membawanya ke RS Muhammadiyah Lamongan.
Selain menimbulkan korban jiwa, kedua kendaraan juga mengalami kerusakan cukup parah.
Truk tronton mengalami kerusakan di bagian depan, sementara truk box ringsek di bagian belakang akibat hantaman keras.
“Kasus ini masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. Perkembangannya akan kami sampaikan kembali,” ujar IPDA Hamzaid.
Polisi pun mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di malam hingga dini hari.
Kondisi tubuh yang prima, fokus saat berkendara, serta menjaga jarak aman menjadi kunci utama mencegah kecelakaan. (epr)
































