LAMONGAN – Ketenangan pagi di Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, mendadak pecah oleh suara klakson panjang kereta api yang memekakkan telinga.
Nahas, bunyi peringatan itu menjadi pertanda maut bagi seorang pria misterius yang tewas seketika usai tertabrak KA Anjasmoro, Rabu (4/3/2026).
Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 08.17 WIB di kilometer 191+0.
Tubuh korban yang berada di jalur rel tak mampu menghindar saat kereta cepat dari arah barat melesat menghantamnya.
Benturan keras membuat korban terpental hingga meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.
Warga yang terkejut segera melaporkan temuan jasad tersebut ke pihak berwajib.
Tim dari Polsek Deket bersama petugas medis yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Deket AKP Akhmad Khusen mengonfirmasi bahwa hingga saat ini identitas korban masih gelap.
Petugas tidak menemukan kartu identitas atau tanda pengenal apa pun di pakaian korban.
“Korban berjenis kelamin laki-laki. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RS Muhammadiyah Lamongan untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Deket.
Polisi menghimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pria dewasa untuk segera melapor ke Mapolsek Deket atau RS Muhammadiyah Lamongan.
Tragedi ini kembali menjadi rapor merah bagi keselamatan di perlintasan kereta api.
Pihak kepolisian mengingatkan dengan keras bahwa jalur rel bukan merupakan area publik untuk beraktivitas, mengingat kecepatan tinggi kereta api yang tidak memungkinkan untuk berhenti mendadak.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami apakah kejadian ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan lainnya. (epr)
































