Beranda TNI/POLRI TNI Polri Kawal LPJ Bumdesma Pucuk Lamongan, Transparansi Jadi Sorotan

TNI Polri Kawal LPJ Bumdesma Pucuk Lamongan, Transparansi Jadi Sorotan

LAMONGAN – Komitmen memperkuat kemandirian ekonomi desa kembali ditegaskan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Anggaran 2025 Bumdesma Pucuk Unggul Mandiri LKD yang digelar di Pendopo Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Sabtu (28/02/2026).

Forum strategis ini bukan sekedar agenda tahunan. Lebih dari itu, MAD menjadi ruang evaluasi terbuka atas kinerja Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) sebagai motor penggerak ekonomi desa di Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, Bhakti Apriyanto, S.H., M.H., perwakilan Camat Pucuk Luluk Ida Papilu, S.P., Kapolsek Pucuk AKP Su’ud, S.H., M.H., Pj Danramil 0812/26 Pucuk Peltu Dul Kholil, Direktur Bumdesma Taufiqur Rochman, S.T., S.Pd., serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Pucuk.

Dalam forum tersebut, transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan menjadi fokus utama.

Setiap program yang telah dijalankan sepanjang tahun anggaran 2025 dipaparkan secara terbuka untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Lamongan.

Pj Danramil 0812/26 Pucuk, Peltu Dul Kholil, menegaskan kehadiran TNI dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di Lamongan.

Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah menjadi fondasi utama agar aktivitas usaha desa dapat berkembang tanpa hambatan.

“Kami mengapresiasi keterbukaan dalam penyampaian laporan ini. Bumdesma memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga. TNI siap bersinergi menjaga situasi tetap kondusif agar roda perekonomian desa berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas PMD Lamongan, Bhakti Apriyanto, dalam arahannya menekankan pentingnya inovasi, profesionalitas, dan tata kelola yang sehat dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.

Ia mendorong agar Bumdesma Pucuk Unggul Mandiri terus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi desa yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing.

“Komitmen bersama sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi lokal dan memperkuat kemandirian desa. Dengan pengelolaan yang transparan dan inovatif, Bumdesma dapat menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat serta mendukung visi Lamongan yang semakin maju,” ujarnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang sehat.

MAD kali ini diharapkan tidak berhenti pada forum seremonial semata, melainkan menjadi pijakan strategis untuk memperkokoh fondasi ekonomi desa yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Dengan komitmen bersama dan pengawasan yang transparan, Bumdesma Pucuk Unggul Mandiri diharapkan semakin solid dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. (epr)