BOJONEGORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memberikan layanan publik yang cepat dan humanis terus dibuktikan.
Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), hingga pekan keempat Desember 2025 tercatat 246 kejadian kebakaran berhasil ditangani dengan respon sigap dan profesional.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro, Siswoyo, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian dan gangguan teknis.
Mulai dari korsleting listrik, kebocoran tabung LPG, hingga aktivitas penggunaan api yang kurang hati-hati seperti memasak dan membakar sampah.
“Penyebab kebakaran masih didominasi masalah instalasi listrik dan penggunaan api yang tidak aman. Ini menjadi perhatian serius agar masyarakat semakin waspada,” ujar Siswoyo.
Tak hanya menangani kebakaran, Damkarmat Bojonegoro juga aktif merespons aduan penyelamatan non kebakaran. Sepanjang 2025, tercatat 2.017 kejadian penyelamatan, dengan kasus terbanyak berupa evakuasi ular, penanganan sarang tawon, serta pohon tumbang.
Bahkan, petugas juga menangani 65 kasus pelepasan cincin yang membahayakan keselamatan warga.
Menurut Siswoyo, keberhasilan dalam meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil tidak lepas dari koordinasi yang solid dan kecepatan respon petugas.
Saat ini, Damkarmat Bojonegoro didukung 10 pos pemadam yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro untuk mempercepat jangkauan layanan.
Dari sisi kinerja, Damkarmat Bojonegoro mencatat rata-rata waktu tanggap kebakaran hanya 9 menit 30 detik, sebuah capaian yang patut diapresiasi.
Hal tersebut juga tercermin dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang meraih nilai 96,91 dengan kategori Kinerja Unit Pelayanan Sangat Baik.
Untuk memperkuat sistem penanganan kedaruratan, Damkarmat Bojonegoro juga terintegrasi lintas sektor bersama BPBD Bojonegoro untuk bencana alam serta PSC 119 Bojonegoro untuk layanan medis, melalui aplikasi SIGAP PLUS yang dapat diunduh di PlayStore.
Di akhir keterangannya, Siswoyo menghimbau masyarakat agar selalu siap siaga dan proaktif dalam menghadapi potensi bahaya.
“Kami mengajak warga untuk menyimpan nomor layanan kegawatdaruratan dan segera melapor jika terjadi kondisi berbahaya. Namun yang paling utama, tetap waspada terhadap instalasi listrik dan berhati-hati dalam penggunaan api agar kejadian dapat dicegah sejak awal,” pungkasnya. (mia)
































