JAKARTA – Polemik mengenai ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memanas.
Kali ini, Roy Suryo bersama dua rekannya, Rismon Sianipar Hasiholan dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa, mengklaim memiliki rangkaian temuan yang akan mereka tuangkan dalam sebuah buku berjudul Gibran’s Black Paper.
Roy Suryo cs secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Gibran tidak pernah menyelesaikan pendidikan SMA, sehingga dinilai tidak memiliki ijazah SMA.
Klaim tersebut kembali diangkat melalui proyek penulisan buku, menyusul langkah serupa yang sebelumnya mereka lakukan dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo melalui buku Jokowi’s White Paper.
Roy Suryo mengungkapkan bahwa buku Gibran’s Black Paper tidak dirilis sekaligus seperti buku sebelumnya.
Menurutnya, strategi ini sengaja diambil agar isi buku lebih mudah dicerna publik.
“Kalau Jokowi’s White Paper dulu langsung kami tulis bertiga dan jadinya tebal sekali. Sekarang polanya berbeda, dibagi per bagian,” ujar Roy Suryo dalam podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, bagian awal buku sudah lebih dulu diterbitkan oleh Rismon Sianipar.
Buku tersebut berjudul Gibran End Game dan saat ini disebut sudah mulai beredar.
“Rismon sudah mencetak duluan bagian dia. Setelah itu nanti menyusul bagian saya dan dokter Tifa,” lanjut Roy.
Untuk bagiannya sendiri, Roy Suryo menyebut akan mengulas sejumlah isu yang selama ini menjadi perbincangan publik, termasuk soal akun Fufufafa dan riwayat pendidikan Gibran di Sydney, Australia.
“Saya akan menulis soal Fufufafa dan pendidikan di Sydney, karena saya yang datang langsung ke lokasi primary evidence. Banyak bukti yang belum pernah saya ungkap ke publik,” klaimnya.
Roy juga menyebut, sebagian besar temuan tersebut belum dituangkan dalam wawancara media maupun diskusi publik, dan baru akan dibuka secara detail dalam buku.
“Dokter Tifa juga akan menulis bagiannya. Nanti semua akan kami satukan,” katanya.
Isu buku Gibran’s Black Paper sejatinya bukan hal baru. Pada 13 November 2025 lalu, Rismon Sianipar sempat memperlihatkan draft buku tersebut saat berada di Polda Metro Jaya.
Dalam kesempatan itu, Rismon menyebut buku tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mereka mengungkap klaim yang mereka yakini.
“Penetapan tersangka ini bertepatan dengan gerilya kami dalam membongkar. Kami siapkan draft buku, entah judulnya Gibran End Game atau Gibran Black Paper. Yang jelas, menurut kami Wapres tidak lulus SMA,” ujar Rismon kala itu.
Hingga kini, klaim-klaim yang disampaikan Roy Suryo cs masih terus menuai pro dan kontra di ruang publik, sementara pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi atas isi buku yang akan dirilis tersebut. (Red)
































