Beranda Peristiwa Status Darurat, Banjir Tak Kunjung Surut di Banjar Kalsel

Status Darurat, Banjir Tak Kunjung Surut di Banjar Kalsel

BANJAR – Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menjadi sorotan publik setelah video kondisi rumah warga terendam air beredar luas di media sosial.

Dalam unggahan akun Instagram @feedgramindo, Rabu (7/1/2026), terlihat air banjir sudah masuk ke dalam rumah warga dan menggenang hampir di seluruh ruangan. Video tersebut memperlihatkan dampak banjir yang belum kunjung surut selama beberapa hari.

“Saya tidak sadar, pas bangun tidur air sudah masuk ke rumah tanpa permisi,” ujar seorang pria dalam video tersebut.

Ia mengungkapkan, banjir yang menggenangi rumahnya sudah berlangsung selama dua hari, namun air tak juga surut. Bahkan, kondisi rumah kembali kotor meski sempat dibersihkan.

“Banjir ini aneh, tidak hilang-hilang. Baru satu sampai dua hari sudah kotor lagi. Bingung jadinya,” keluhnya.

Unggahan itu langsung memantik beragam reaksi warganet. Sebagian menyampaikan keprihatinan dan doa agar banjir segera surut, sementara lainnya melontarkan komentar bernada candaan untuk menghibur.

“Untuk ternak ikan saja,” tulis akun @wahyubs25.

“Mudah-mudahan cepat surut dan warga diberi kekuatan,” komentar akun @dedynb.

Hingga berita ini diturunkan, kebenaran narasi dalam video tersebut masih terus ditelusuri.

Namun berdasarkan data lapangan, banjir di Kabupaten Banjar memang dilaporkan semakin meluas.

Per Rabu (7/1/2026), bencana banjir tercatat telah merendam 9 kecamatan yang mencakup 121 desa dan kelurahan.

Dampaknya, sebanyak 43.469 kepala keluarga (KK) atau sekitar 122.353 jiwa terdampak langsung.

Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama meluasnya genangan banjir di wilayah tersebut.

Menghadapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Banjar resmi memperpanjang status tanggap darurat banjir hingga 12 Januari 2026.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menegaskan bahwa perpanjangan status darurat diperlukan agar distribusi bantuan, evakuasi, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak dapat terus dioptimalkan. (red)