BOJONEGORO – Suasana malam di penghujung bulan suci Ramadan 1447 H di Bojonegoro berubah menjadi lautan cahaya.
Sebanyak 1.100 obor menyala terang mengiringi kemeriahan Parade Oklik dan Pawai Obor Sewu yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro, Kamis (19/3/2026) malam.
Kegiatan ini juga diramaikan oleh 24 grup oklik yang tampil penuh semangat, serta partisipasi ratusan pelajar dari 50 lembaga pendidikan di Bojonegoro yang turut memeriahkan jalannya acara.
Arak-arakan dimulai dari Jalan Mas Tumapel, kemudian melintasi sejumlah ruas protokol seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Mastrip, Jalan MH Thamrin, Jalan Panglima Sudirman, hingga Jalan Trunojoyo sebelum kembali finis di titik awal.
Sepanjang rute, warga Bojonegoro tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan parade yang sarat nuansa tradisional tersebut.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, hadir langsung dan membuka kegiatan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Parade Oklik di Bojonegoro bukan hanya sekedar hiburan, melainkan bagian penting dari upaya pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, oklik merupakan salah satu kekayaan budaya khas Bojonegoro yang harus terus dijaga, selain kesenian thengul dan karawitan yang telah lebih dulu dikenal masyarakat.
“Melalui parade ini, kita ingin memperkenalkan kembali budaya daerah kepada generasi muda, agar mereka tidak melupakan warisan leluhur,” ujarnya.
Ia juga menilai oklik memiliki potensi besar untuk menjadi ikon budaya Bojonegoro di masa depan.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat Bojonegoro, mulai dari pemerintah desa hingga kecamatan, untuk aktif mengembangkan dan melestarikan kesenian tersebut.
“Harapan kami, setiap kecamatan minimal memiliki dua hingga tiga grup oklik yang bisa menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.
Antusiasme warga pun terlihat jelas. Salah satunya Silvi, yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana malam penuh cahaya tersebut.
Dia mengaku terhibur dan berharap kegiatan serupa terus digelar setiap tahun.
“Seru sekali, apalagi menjelang Lebaran seperti ini. Semoga selalu ada tiap tahun,” ungkapnya.
Parade Oklik dan Pawai Obor Sewu kini menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang penting untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi. (mia)
































