Beranda Infotaiment Seleksi Paskibraka Bojonegoro Makin Ketat, Dari 565 Peserta Tersisa 175

Seleksi Paskibraka Bojonegoro Makin Ketat, Dari 565 Peserta Tersisa 175

BOJONEGORO – Proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 semakin memasuki fase penting.

Dari ratusan pendaftar, kini hanya tersisa 175 peserta yang terus berjuang menuju posisi bergengsi sebagai pengibar Sang Saka Merah.

Pada Senin (13/4/2026), ratusan peserta tersebut mengikuti tes parade yang digelar di Gedung Sport Center Bojonegoro, Jalan Veteran.

Tes ini menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan fisik, disiplin, dan kekompakan para calon Paskibraka.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, Muhammad Harindra, mengungkapkan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan sejak awal.

Dari total 565 pendaftar, peserta telah melalui serangkaian tahapan mulai dari seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan, hingga tes intelegensi umum berbasis sistem CAT online melalui laman resmi BPIP.

“Hasilnya, 277 peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Setelah menjalani tes kesehatan oleh Dinas Kesehatan pada 11 April, tersaring kembali menjadi 175 peserta yang hari ini mengikuti tes parade,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan tes parade ini, panitia melibatkan tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, TNI dari Kodim, serta Polri dari Polres Bojonegoro.

Kolaborasi ini memastikan proses seleksi berjalan objektif dan profesional.

Namun perjuangan para peserta belum usai. Seleksi masih akan berlanjut dengan tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) pada Selasa (14/4/2026), kemudian tes kesamaptaan pada Rabu (15/4/2026).

Tahap akhir berupa tes kepribadian akan digelar pada Kamis, yang nantinya akan menyaring hingga tersisa 72 peserta terbaik, baik putra maupun putri.

Harindra menegaskan bahwa menjadi Paskibraka saat ini bukan sekadar menjalankan tugas seremonial saat upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Paskibraka juga memiliki peran strategis sebagai Duta Pancasila. Mereka diharapkan menjadi teladan dan perekat persatuan saat kembali ke lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Dengan seleksi yang semakin ketat, para peserta dituntut untuk mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi fisik, mental, maupun wawasan kebangsaan, demi menggapai kehormatan sebagai Paskibraka Bojonegoro 2026. (mia)