BOJONEGORO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kabupaten Bojonegoro mulai berbenah diri.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat mempercantik wajah kota demi menyambut arus mudik, sekaligus memberikan kesan nyaman bagi para pendatang.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, hingga masyarakat untuk menggalakkan budaya gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pembersihan di wilayah perkotaan terlihat semakin intensif.
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro dikerahkan untuk melakukan berbagai penataan, mulai dari pemangkasan pohon, perawatan taman di sepanjang jalan, hingga pengecatan ulang tugu-tugu ikonik yang mulai kusam.
Tak hanya itu, upaya memperindah kota juga melibatkan kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Salah satu bentuknya adalah pengecatan sarana prasarana publik, termasuk area tanggul di sekitar Jembatan Sosrodilogo.
Menurut Nurul, momentum Lebaran bukan sekedar perayaan, tetapi juga momen penting untuk menunjukkan kesiapan daerah, terutama dalam hal kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Masih ada waktu bagi camat dan OPD untuk menggerakkan seluruh elemen di wilayahnya. Mari bersama-sama menjaga kebersihan,” tegasnya.
Ia menambahkan, gerakan kerja bakti ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat agar fasilitas publik dalam kondisi optimal saat digunakan masyarakat.
Fokusnya tidak hanya pada pengangkutan sampah, tetapi juga peningkatan estetika kota melalui pengecatan dan penataan ulang titik-titik yang terlihat kurang terawat.
“Kita ingin saat para pemudik datang, mereka melihat Bojonegoro sebagai daerah yang bersih, rapi, dan nyaman,” imbuhnya.
Untuk memaksimalkan hasil, pemerintah daerah mendorong sinergi lintas sektor.
DLH diharapkan mengoptimalkan pengelolaan sampah dan perawatan taman, sementara OPD lain serta stakeholder turut mendukung percepatan perbaikan fasilitas umum melalui swakelola.
Selain itu, sebanyak 11 kelurahan di wilayah kota juga diimbau aktif melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman.
Dengan kolaborasi yang kuat, suasana Lebaran di Bojonegoro diharapkan semakin semarak, sekaligus meninggalkan kesan positif bagi warga maupun para pemudik yang datang. (mia)
































