Beranda Infotaiment Pelantikan Raya Fatayat NU Kedungadem Bojonegoro Berlangsung Khidmat

Pelantikan Raya Fatayat NU Kedungadem Bojonegoro Berlangsung Khidmat

BOJONEGORO – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) se-Anak Cabang Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, resmi mengemban amanah kepengurusan Masa Khidmat 2025–2028.

Pelantikan raya tersebut digelar di GOR Kedungadem, Minggu (8/2/2026), dan diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai ranting.

Mengangkat tema “Mengemban Amanah, Menebar Kebaikan Fatayat NU Berdaya, Membangun Peradaban”, kegiatan ini menjadi tonggak awal penguatan peran perempuan muda NU dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan keagamaan di tingkat desa.

Acara berlangsung khidmat dan sarat semangat kebersamaan.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir memberikan dukungan langsung, di antaranya Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia yang juga Sekretaris Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj. Farida Farichah, M.Si., serta Fauzan Fuadi, S.I.Kom., M.Med.Kom., Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB sekaligus Ketua DPC PKB Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Hj. Farida Farichah menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Ia menilai Fatayat NU sebagai ruang strategis bagi perempuan muda yang cerdas, mandiri, dan produktif.

“Fatayat NU diisi oleh perempuan-perempuan hebat. Mereka adalah perempuan cerdas, mandiri, dan produktif yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.

Dia mengingatkan bahwa usia kader Fatayat NU yang berada pada rentang 20 hingga 45 tahun merupakan masa produktif dalam membangun karier, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kapasitas diri.

Karena itu, amanah organisasi harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

“Pelantikan bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab. Menjadi pengurus tidak cukup hanya tampil rapi, tetapi harus bekerja, menjalankan hak dan kewenangan sesuai aturan organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Farida mendorong agar Fatayat NU hadir sebagai organisasi yang memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat di lingkungan sekitar, khususnya di desa.

“Fatayat NU harus menjadi organisasi yang produktif dan bermanfaat, mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung peran Kementerian Koperasi dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Dirinya berharap kader-kader Fatayat NU dapat terlibat aktif dalam pengembangan koperasi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

Sementara itu, Fauzan Fuadi menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan organisasi perempuan, termasuk Fatayat NU, dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pelantikan Raya ini menjadi momentum strategis bagi Fatayat NU Kecamatan Kedungadem untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan peran perempuan dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan keagamaan di tingkat desa.

Dengan semangat mengemban amanah dan menebar kebaikan, para pengurus diharapkan mampu membawa Fatayat NU semakin berdaya dan berkontribusi nyata dalam membangun peradaban. (mia)