TUBAN – Dugaan tindak kekerasan kembali mencoreng wajah pelayanan publik di Kabupaten Tuban.
Seorang oknum staf Kecamatan Parengan dilaporkan terlibat aksi penganiayaan terhadap sejumlah karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
Peristiwa tersebut terjadi di SPBU yang berlokasi di Jalan Cokrokusumo Parengan–Bojonegoro, tepatnya di Desa Parangbatu, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 18.45 WIB.
Insiden itu sontak mengundang perhatian warga sekitar karena berlangsung di area fasilitas umum yang ramai aktivitas masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi kekerasan tersebut mengakibatkan empat orang karyawan SPBU menjadi korban, terdiri dari tiga operator pengisian BBM dan satu orang mandor.
Para korban disebut mengalami perlakuan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan secara langsung oleh terduga pelaku.
Belum diketahui secara pasti pemicu awal kejadian. Namun, dugaan penganiayaan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib guna mendapatkan penanganan hukum lebih lanjut.
Kasus ini pun menuai sorotan, mengingat terduga pelaku merupakan ASN yang seharusnya memberi teladan dalam bersikap dan bertindak di tengah masyarakat.
Kapolsek Parengan, Iptu Ramelan, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kepolisian telah menerima laporan dan saat ini proses hukum tengah berjalan.
“Benar, kejadian penganiayaan itu sudah kami tangani. Saat ini kami sedang memanggil para pelapor dan terduga pelaku untuk dimintai keterangan,” ujar Iptu Ramelan saat dikonfirmasi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tidak ada perlakuan khusus, siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai aturan.
Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait etika aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugas serta berinteraksi dengan masyarakat.
Warga berharap penegakan hukum dilakukan secara transparan agar memberikan rasa keadilan bagi para korban sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami keterangan para saksi serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian tersebut. (fh)






























